Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Babel Pilih Udang Vaname Sebagai Komoditas Andalan Pengganti Timah

Bangka Belitung bakal menggenjot produksi udang vaname sebagai komoditas andalan pengganti timah. Sejumlah komoditas lainnya juga akan dipacu produktivitasnya untuk pasar ekspor.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  17:33 WIB
Ilustrasi tambak udang./Bloomberg - Carla Gottgens
Ilustrasi tambak udang./Bloomberg - Carla Gottgens

Bisnis.com, JAKARTA – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung bakal menggenjot produksi udang vaname untuk menggantikan timah sebagai komoditas andalan provinsi di pantai timur Pulau Sumatra itu.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengemukakan pemilihan udang vaname sebagai diversifikasi komoditas andalan dilatarbelakangi kekuatan ekspornya yang besar.

“Udang, dari segi harga dan kebutuhan ekspor, peluangnya besar sekali. Apalagi mengingat garis pantai Babel yang panjang. Kita akan dorong terus. Selain samping rencana pengembangan lokasi baru udang, kita kerja sama dengan offtaker [penjamin pembelian hasil panen]," ujarnya.

Erzaldi mengemukakan hal itu pada webinar Babel Economic Forum dengan tema “New Normal di Bangka Belitung: Peluang dan Tantangan Dalam Penguatan Ekonomi Babel” pada Rabu (8/7/2020) melalui aplikasi zoom.

Pada forum itu, dia menyatakan pula bahwa usaha mikro kecil menengah (UMKM) terus didorong. Menurutnya, hal utama dalam mengembangkan UMKM bukanlah modal, melainkan pasar. Jika permintaan pasar cukup banyak, tentu ini akan menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menyediakan produk yang dibutuhkan.

"Dengan ini, saya yakin recovery perekonomian akan lebih cepat karena pelaku UMKM Babel sangat banyak. Kebijakan Pemprov Kepulauan Babel untuk pengembangan UMKM yaitu dengan selektif memberi bimbingan kepada pelaku UMKM. Kami pastikan mereka tumbuh dan berkembang dan memastikan pasar yang akan membeli produk mereka [offtaker]," ujarnya.

Sebagaimana dilansir laman resmi Pemprov Babel, Erzaldi menambahkan Pemprov Babel juga terus berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan lidi nipah untuk menjadi komoditas ekspor yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Jepang.

Dia mengutarakan pula ke depan terus didorong ekspor buah-buah tropis seperti manggis, durian, yang memang sangat banyak di Babel dan akan dibuat kebijakan yang mendorong masyarakat luar mengekspor dari Babel, sehingga ada nilai tambah lebih yang didapat masyarakat daerah terebut.

“Dalam waktu dekat, kebun durian juga akan kita kelola secara profesional sehingga UMKM bisa makin berkembang,” ujar Gubernur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Babel Tantan Heroika saat membuka webinar mengemukakan bahwa perkembangan ekonomi melambat. Untuk menyikapi kondisi demikian, menurutnya, pihak terkait harus melakukan kolaborasi dan bersinergi sesuai tupoksi masing-masing.

"Berbagai upaya dilakukan Pemprov Kepulauan Babel untuk meningkatkan perekonomian di antaranya mengarahkan aparatur sipil negara untuk membeli produk UMKM pada masa pandemi ini dan juga melakukan relaksasi pajak," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bangka belitung New Normal
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top