Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam di Bangka Dipercepat

Pemprov Babel optimistis pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  13:37 WIB
Pelabuhan Pangkal Balam di Pulau Bangka, Provinsi Babel. - Bisnis.com
Pelabuhan Pangkal Balam di Pulau Bangka, Provinsi Babel. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menghendaki percepatan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam karena akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Babel.

“Dengan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam, komoditas unggulan bisa langsung disalurkan tanpa lewat daerah lain,” kata Erzaldi saat menyampaikan data percepatan pembangunan pengembangan pelabuhan di Pulau Bangka itu kepada Menteri Perhubungan melalui video conference pada Selasa (12/5/2020).

Gubernur menyampaikan beberapa pertimbangan agar percepatan pembangunan Pelabuhan Pangkal Balam—yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia II—dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, Pemprov Babel sudah mengajukan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam karena pelabuhan tersebut tidak dapat dilalui oleh kapal berukuran besar.

Pelabuhan Pangkal Balam saat ini, lanjutnyam hanya dapat menampung kapal di bawah 3.000 GT sehingga belum bisa optimal melakukan proses transshipment dalam mendistribusikan komoditas ekspor dan barang kebutuhan masyarakat di Bangka Belitung.

“Kita berharap semua proses transshipment nanti dapat dilakukan di Pelabuhan Pangkal Balam tanpa melalui daerah lain,” kata Erzaldi sebagaimana dilansir laman resmi Pemprov Babel

Selama ini, tuturnya, komoditas ekspor Babel harus melalui Lampung dan Jakarta, sehingga data nilai ekspornya bukan dari Bangka Belitung.

Selain itu, eksisting Pelabuhan Pangkal Balam berjarak sekitar 2 – 3 km ke dalam muara serta eksisting jembatan buka tutup yang berada di muara mengganggu aktivitas pelabuhan.

Dia menambahkan pengembangan ini juga akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Sebagai salah satu destinasi wisata prioritas, Bangka Belitung menjadi salah satu tujuan wisata bagi kapal pesiar dari mancanegara.

“Ke depan kami berharap kapal pesiar yang berasal dari Singapura, Australia, dan Jepang dapat secara rutin merapat di Pulau Bangka sebelum melanjutkan ke Pulau Belitung,” ujarnya.

Erzaldi mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya merealisasikan pembangunan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam dengan melakukan berbagai kajian. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. 112/2017, pembangunan pelabuhan besar harus melalui tahapan kajian.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi dan mendukung keinginan Pemprov Babel untuk memacu pembangunan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam.

Menurut dia, melalui pembangunan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam, Babel memiliki nilai tambah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan bangka belitung
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top