Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Berakhir, Palembang Belum Masuk Kriteria New Normal

Pemkot Palembang mengklaim telah terjadi perubahan positif terhadap penanggulangan sebaran Covid-19 selama penerapan PSBB tahap II.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  16:24 WIB
Walikota Palembang Harnojoyo (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat evaluasi PSBB tahap II. bisnis/dinda wulandari
Walikota Palembang Harnojoyo (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat evaluasi PSBB tahap II. bisnis/dinda wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palembang telah mencabut pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berakhir pada 16 Juni 2020.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan status Kota Palembang saat ini berubah menjadi penegakan disiplin protokol kesehatan.

“Apa pun namanya, ini diterapkan agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan untuk menuju daerah new normal,” kata Harnojoyo, seusai rapat evaluasi PSBB tahap II, Rabu (17/6/2020).

Harnojoyo mengklaim telah terjadi perubahan positif terhadap penanggulangan sebaran Covid-19 selama penerapan PSBB tahap II yang berlangsung 14 hari terakhir.

Perubahan tersebut terlihat dari perubahan zona sebaran Covid-19 dari semula zona merah menjadi zona oranye. 

“Artinya ada keberhasilan, meski memang grafik [kasus positif] naik turun, kita akan melihat kalau memang penyebarannya meningkat kita akan ambil langkah lain,” katanya.

Dia menyatakan, pencapaian yang didapat gugus tugas dan Pemkot Palembang belum bisa menyentuh kriteria untuk masuk ke tatanan normal baru. Pasalnya, reproduksi efektif penularan virus Corona di kota itu belum di bawah 0,5.

“Ini kita menyiapkan new normal karena kalau ke sana ada kriterianya, harus di bawah 0,5 dan sudah zona hijau,” katanya.

Terkait teknis penerapan status penegakan disiplin protokol kesehatan tersebut, kata Harnojoyo, tak jauh berbeda dengan masa PSBB tahap II. 

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Anom Setyadji mengatakan tidak ada batas waktu untuk status anyar tersebut. Hal itu berbeda dengan PSBB yang bisa diukur selama masa inkubasi terlama, yakni 14 hari.

“Di sini tidak ada sanksi, tim membimbing masyarakat dengan memberikan imbauan dan kalau salah diberikan teguran, dalam kegiatan tersebut ada mitigasi edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Anom, personel gabungan yang dikerahkan untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan jumlahnya masih sama pada saat PSBB tahap II, yakni sebanyak 1.752 personel. Pasukan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri dan ASN Pemkot Palembang.

Terkait peraturan sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, usaha, dan transportasi mengikuti aturan yang berlaku dari kementerian teknis.

“Penentuan protokol kesehatan tidak lepas dari undang-undang dan aturan teknis di atas, mengacu ke sana,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top