Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebagian Calon Pelanggan Jargas di Palembang Khawatirkan Ini

Pemerintah Kota Palembang menyebut pengoperasian  jaringan gas atau Jargas untuk rumah tangga di kota itu mengalami kendala. Masih ada masyarakat yang belum memahami keamanan dari infrastrtuktur tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  15:58 WIB
Ilustrasi-Petugas PGN memeriksa jaringan gas untuk rumah tangga - ANTARA/M Agung Rajasa
Ilustrasi-Petugas PGN memeriksa jaringan gas untuk rumah tangga - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang menyebut pengoperasian  jaringan gas atau jargas untuk rumah tangga di kota itu mengalami kendala. Masih ada masyarakat yang belum memahami keamanan dari infrastrtuktur tersebut.

Kepala Bagian Pembangunan Pemkot Palembang Zuriyati mengatakan banyak masyarakat yang ragu untuk dipasangkan jargas, karena alasan keselamatan dan biaya penggunaan yang mahal.

"Banyak masyarakat yang termakan isu-isu negatif terkait pemasangan jargas. Mereka yang sebelumnya berminat, menjadi galau saat hendak gas in, padahal secara infrastruktur sudah tertanam," kata Zuriyati dalam perbincangan bersama Bisnis baru-baru ini.

Zuriyati menerangkan, berdasarkan data kuota pemasangan jargas bantuan Kementerian ESDM pada 2018 berjumlah 4.315 Sambungan Rumah (SR) untuk empat kecamatan yakni Kecamatan Plaju Ulu, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II dan Jakabaring. 

Akan tetapi terdapat 81 calon pelanggan di antaranya yang mengalami masalah.

"Kita sudah minta pihak kecamatan, kelurahan hingga RT dapar menyelesaikan persoalan ini dengan melakukan sosialisasi bahwa jargas yang akan dipasang gratis dan aman. Kita minta paling lambat satu minggu ini," katanya.

Menurut Zuriyati pemasangan jargas ini jauh lebih aman dan lebih murah dari gas LPG. Bahkan, jika dibandingkan dengan gas korek api saja sangat beda jauh. 

"Gas korek api 4 bar tapi jargas hanya di kisaran 0,2-0,3 bar artinya sangat aman untuk digunakan. Kemudian, pemasangan jargas ini tidak ada beban biaya pada masyarakat alias gratis," kata Zuriyati.

Sangat disayangkan jika masyarakat termakan isu-isu yang menyesatkan. Apalagi pembangunan infrastruktur jargas ini melewati berbagai tahapan, seperti by name by address atau sesuai dengan minat dari masyarakat dulu. 

"Cukup banyak yang berminat. Tapi tidak semua bisa kita penuhi karena mereka yang memenuhi persyaratan hanya 4.315 SR yang dilayani sesuai bantuan jargas tahun 2018," kata Zuriyati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang jaringan gas
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top