Ekspansi Produk Sanitasi: MARK Akan Produksi 10.000 Potong per Bulan

Emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star Sumatra Utara, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk., akan mengembangkan bisnis ke produk sanitasi dengan produksi skala besar dimulai pada semester II/2020.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  12:03 WIB
Ekspansi Produk Sanitasi: MARK Akan Produksi 10.000 Potong per Bulan
Mark Dynamics -

Bisnis.com, MEDAN - Emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star Sumatra Utara, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk., akan mengembangkan bisnis ke produk sanitasi dengan produksi skala besar dimulai pada semester II/2020.

Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh menyampaikan produksi produk sanitasi skala besar akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, perseroan akan memulai produksi sekitar 10.000 pcs per bulan pada tahun ini.

Lebih lanjut, emiten bersandi saham MARK itu, akan meningkatkan produksinya menjadi 30.000 pcs per bulan pada 2021. Berikutnya, produksi produk sanitasi diharapkan dapat mencapai 40.000 pcs per bulan pada 2022.

Atas rencana tersebut, MARK telah mengalokasikan belanja modal senilai Rp25 miliar - Rp30 miliar untuk pembelian mesin produk sanitasi pada tahun ini. Belanja modal itu bersumber dari kas internal dan fasilitas pinjaman bank.

Dalam catatan Bisnis, gedung pabrik berlokasi di pabrik cetakan sarung tangan di Tanjung Morawa, Sumatra Utara. Berdasarkan rancang bangun, pabrik produk sanitasi itu bakal memiliki kapasitas terpasang 80.000 pcs produk sanitasi per bulan.

"Tahap awal 10.000 pcs per bulan di tahun 2020. Untuk mencapai kapasitas 80.000 pcs per bulan akan dilakukan bertahap dan masih dalam kajian," katanya kepada Bisnis pada Jumat (17/1/2020).

Berbeda dengan produk utamanya yang berorientasi ekspor, perseroan bakal mendistribusikan produk sanitasi untuk pasar domestik.

"Untuk pasarnya di seluruh Sumatra, terutama Sumatra Utara," imbuhnya.

Sebagai informasi, ekspansi produk ini bertujuan mengolah kembali bahan baku buangan cetakan sarung tangan menjadi bernilai tambah. Perusahaan menilai, ketersediaan bahan baku lokal untuk produk sanitasi sangat besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Target Kinerja 2020

Lebih lanjut, perusahaan yang listing di Bursa pada Juli 2017 itu, memasang target penjualan sekitar Rp420 miliar pada 2020. Dari sisi bottomline, perseroan memperkirakan dapat mengantongi laba Rp103 miliar pada tahun ini.

Target penjualan itu tumbuh 18% dari proyeksi penjualan 2019 sebesar Rp357 miliar. Perusahaan optimistis terhadap pertumbuhan dua digit seiring dengan kapasitas baru yang telah beroperasi penuh pada tahun ini.

Kapasitas itu berasal dari pabrik baru di Desa Dalu Sepuluh A di Tanjung Morawa yang telah beroperasi pada Agustus 2019. Seiring tambahan kapasitas, perseroan menargetkan produksi cetakan sarung tangan menjadi 710.000 unit per bulan pada tahun ini, dari produksi tahun lalu mencapai sekitar 610.000 unit per bulan.

"Untuk target laba 2020 sebesar Rp103 miliar," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumatra utara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top