Dinkes BandarLampung Sebut Angka Stunting Rendah

Dinas Kesehatan Bandarlampung mengklaim bahwa angka stunting di kota setempat masih terbilang rendah dan tidak masuk dalam daerah yang menjadi perhatian khusus pemerintah.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  13:25 WIB

Bisnis.com, BANDARLAMPUNG - Dinas Kesehatan Bandarlampung mengklaim bahwa angka stunting di kota setempat masih terbilang rendah dan tidak masuk dalam daerah yang menjadi perhatian khusus pemerintah.

"Angka stunting di Bandarlampung cukup rendah masih di angka 0,5 persen, sedangkan yang menjadi perhatian khusus pemerintah itu berada di angka 20 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Edwin Rusli, di Bandarlampung, Selasa.

Menurut dia dengan angka stunting yang cukup rendah di Bandarlampung pihaknya pun tidak perlu khawatir. Namun Dinkes pun akan tetap mengantisipasi stunting dengan memberikan gizi yang cukup kepada masyarakat yanng memiliki balita.

Ia pun telah menginstruksikan semua kadernya yang berada di Kota Bandarlampung untuk terus memantau kecukupan gizi masyarakat dan bila perlu ada makanan tambahan bagi mereka agar tumbuh kembang masyarakat sehat.

"Kami belum mendapatkan temuan ataupun laporan adanya warga yang terkana stunting sejauh ini," kata dia, tu;is Antara.

Di sisi lain, ia pun mengakui bahwa Kota Bandarlampung masih jauh untuk mencapai salah satu pilar dari sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yakni stop 100 persen buang air sembarangan.

"Kita tidak berani deklarasikan open defication free (ODF) sebab masih banyak warga kita yang masih tinggal di bantaran kali, sungai dan laut," kata dia.

Namun, lanjutnya, Pemkot Bandarlampung pun akan terus berupaya secara bertahap untuk mencapai ODF maka dari itu Dinkes pun meminta setiap puskesmas yang ada untuk tetap mensosialisasikan hal tersebut ke masyarakat.

"Kami sedang berusaha melalui puskesmas agar setiap satu pekan sekali ada wilayah yang ODF," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stunting, bandarlampung

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top