Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sail Nias 2019 : Masyarakat Nias Diminta Bersiap Sambut Wisatawan

Menteri Koordinator Bidang Maritim (Menko Maritim) Luhut Pandjaitan mengimbau masyarakat Nias untuk bersiap menyambut wisatawan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 16 September 2019  |  00:24 WIB
Lompat Batu Nias. - JIBI
Lompat Batu Nias. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Maritim (Menko Maritim) Luhut Pandjaitan mengimbau masyarakat Nias untuk bersiap menyambut wisatawan.

Hal ini disampaikan Luhut saat membuka Puncak Sail Nias 2019 mewakili Presiden RI Joko Widodo di Dermaga Baru Telukdalam Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (14/9/2019). 

"Menurut Presiden, saat ini yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi kita [adalah] sektor pariwisata. Ke depan kami akan buat paket wisata seperti di Danau Toba, kita sosialisasikan melalui berbagai platform. Yang paling penting adalah keramah-tamahan masyarakat Nias menerima wisatawan," ujar Menko Luhut dalam pidato pembukaannya seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima Minggu (15/9/2019).

Luhut juga mengemukakan bahwa dalam kunjungan Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara pada 2016 lalu di Gunungsitoli, Presiden menitipkan pesan kepada Pemerintah Daerah untuk berfokus pada dua potensi terbesar di Kepulauan Nias, yaitu potensi Pariwisata dan potensi Perikanan. Kedua hal ini diharapkan akan mempertajam pertumbuhan ekonomi di Nias.    

Dia menambahkan bahwa pemerintah serius membangun wisata secara total dan menyeluruh dengan membangun infrastruktur yang menghubungkan satu obyek wisata ke obyek wisata lainnya.   

"Pemerintah akan membangun link Toba ke Sibolga lalu Nias. Lapangan terbang sudah diperpanjang. Nah, ini kita masih coba karena di ujungnya itu ada gunung. Akan diperpanjang menjadi 2700 meter supaya boeing 737 itu bisa masuk," ujarnya.

Untuk itu, katanya, perlu dicarikan sebuah solusi. Adapun salah satu solusi alternatif adalah memanfaatkan ruang laut. Namun, untuk memenuhi opsi ini dibutuhkan reklamasi.

Pilihan lain adalah mencari lomasi lain untuk kebutuhan pengadaan runway yang lebih oanjang dari yang ada saat ini.

"Jadi infrastruktur itu harus jalan seperti pengalaman kita di Silangit. Kalau airport-nya jalan sekarang, tiap tahun ada 500 ribu orang yang berkunjung kesana. Dari sini sama saja. Perlu disiapkan hotelnya, sebetulnya bisa yang kelas bintang 2 atau bintang 3," jelasnya 


Menurutnya, dalam lima tahun ke depan pemerintah akan menjalankan pembangunan infrastruktur yang tentunya sangat dibutuhkan oleh industri pariwisata. Infrastruktur yang dimaksud antara lain pelabuhan, bandara, jalan, listrik, dan sebagainya.


Ia menambahkan, yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah plastik ke laut. 


Potensi Wisata Nias


Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa salah satu potensi wisata Nias adalah kegiatan selancar (surfing). Pasalnya, laut di Nias dikenal dengan ombak besar yang bergulung-gulung.


"Kalau kita lihat Nias itu kan bagus untuk surfing. Menurut para surfer, pantai di Nias ini lebih baik dari yang ada di Hawaii. Surfing disini itu kelas dunia. Saya mendapat informasi bahwa yang menonton online streaming (surfing pro) ini saya dengar sudah sampai 50 juta orang. Ini kan bagus sekali dan bisa menjadi potensi wisata andalan sehingga Nias akan lebih dikenal di dunia," katanya.      


Adapun, terkait potensi wisata lainnya, dia berharap penyelenggaraan Sail Nias bisa menjadi jalan bagi Desa Bawomataluo di Nias untuk masuk dalam daftar "World Heritage Unesco". 


Desa Bawomatulo  memiliki banyak atraksi budaya seperti relik megalitik, rumah tradisional, tradisi lompat batu, dan masih banyak lagi. Bahkan konon desa itu sudah ada lebih dari 300 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nias wisatawan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top