Palembang Tingkatkan Alokasi Dana Pertanian untuk Pertahankan Sawah

Pemerintah Kota Palembang berkomitmen menjaga keberadaan lahan pertanian di kota tersebut melalui peningkatan alokasi APBD untuk sektor tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  12:59 WIB
Palembang Tingkatkan Alokasi Dana Pertanian untuk Pertahankan Sawah
Wakil Wali Kota Palembang Fitriandi Agustinda (tengah) saat melakukan panen raya di salah satu kawasan sawah di Kota Palembang - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang berkomitmen menjaga keberadaan lahan pertanian di kota tersebut melalui peningkatan alokasi APBD untuk sektor tersebut.

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengatakan pihaknya telah menggelontorkan dana sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD Palembang 2019 untuk sektor pertanian.

“Tahun depan kami akan menganggarkan lebih besar lagi dari APBD dibanding tahun ini, agar keberadaan lahan sawah tetap ada di kota ini,” katanya, Kamis (29/8/2019).

Dia memaparkan lahan pertanian yang tersebar di pinggiran Sungai Musi memiliki luasan yang masih menjanjikan, yakni seluas 4.070 Ha. Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Gandus, Kalidoni, Plaju dan Kecamatan Kertapati.

“Kita sudah menggalakan program khusus mempercepat proses pengolahan tanah tanam dua kali dalam satu tahun,” katanya.

Tahun ini saja, kata Fitri, ada 100 ha lahan yang sudah ditanami selama dua kali dalam satu tahun. Dengan demikian, dia menilai kesejahteraan petani mulai membaik.

Menurut dia, petani harus menjadi raja di tanahnya sendiri tanpa harus mengandalkan pasokan beras dari luar daerah, meski saat ini hasil panen dari beberapa kawasan yang ada belum mencukupi kebutuhan beras untuk kota sendiri.

“Untuk itulah kesejahteraan petani dulu yang harus dipikirkan, sehingga alih lahan tidak terjadi, terlebih mereka beralih profesi dari petani ke profesi pekerjaan lain,” katanya.

Sementara itu juga, Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang Sayuti mengatakan, hasil panen padi tahun 2019 mengalami peningkatan dari 4.070 lahan yang ada 100 a lahan pertanian sudah melakukan penanaman padi dua kali dalam satu tahun.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Litbang Pasca Panen Kementerian Pertanian, Prayudi Syamsuri, mengatakan pihaknya mencanangkan Kota Palembang untuk menjadi lumbung pangan nasional, mengingat hanya dari Kota Metropolitan yang ada di Indonesia, Palembang memiliki lahan pertanian terluas.

“Kota Palembang merupakan salah satu kota metropolitan yang pembangunannya sangat pesat. Namun siapa sangka ternyata pertanian di ibu kota Provinsi Sumsel itu tetap menjanjikan,” katanya.

Malahan, kata dia, Kementerian Pertanian RI akan menambah 200.000 ha lahan baru untuk lahan pertanian di Sumsel, dan Palembang termasuk di dalamnya.

“Kami tiap tahun memberikan bantuan peralatan untuk pertanian, mulai dari alat pompa, hingga kebutuhan petani lainnya,” tegasnya.

Dari komitmen Pemkot Palembang terus mempertahankan lahan pertanian yang ada, dari sektor pertanian, kata Prayudi, lahan yang ada bisa lebih dioptimalkan dengan cara melakukan terobosan baru penanaman padi dua kali dalam satu tahun.

“Jadi Palembang tidak perlu lagi mengandalkan pasokan padi dari luar Palembang, kalau semua lahan yang ada bisa dilakukan penanaman padi dua kali dalam satu tahun, bisa di bayangkan hasil melimpah yang akan didapat petani,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palembang, sawah

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top