Pemkab OKI sumsel Pastikan Kebun Sawit RAJ Tak Terbakar Lagi

Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatra Selatan, memastikan perkebunan sawit konsesi PT Rambang Agro Jaya tidak lagi terbakar pada tahun ini seiring adanya upaya pencegahan dari perusahaan tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  17:38 WIB
Pemkab OKI sumsel Pastikan Kebun Sawit RAJ Tak Terbakar Lagi
Ilustrasi Karhutla - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Sumatra Selatan, memastikan perkebunan sawit konsesi PT Rambang Agro Jaya tidak lagi terbakar pada tahun ini seiring adanya upaya pencegahan dari perusahaan tersebut.

Diketahui, PT Rambang Agro Jaya yang memiliki konsesi kebun sawit di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI digugat Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) atas kebakaran lahan seluas 500 hektare  yang terjadi bertahap mulai dari 2015, 2016 hingga tahun lalu.

Kepala Subbagian Media dan Komunikasi Publik Setda OKI, Adi Yanto, mengatakan pemkab terus memantau semua lahan yang rawan terbakar di daerah tersebut, termasuk pula seluruh wilayah konsesi perkebunan sawit.

“Untuk RAJ (Rambang Agro Jaya), berdasarkan pantauan kami tidak kebakaran tahun ini karena lahan masih basah, telah ada sekat kanal di sana,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (7/8/2019).

Adi mengatakan Pemkab OKI berkomitmen penuh mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini.

Bahkan, kata dia, Bupati OKI Iskandar telah mengumpulkan semua perusahaan pemegang konsesi di OKI untuk memastikan tidak adanya kebakaran di areal yang mereka kelola.

Diketahui, OKI merupakan salah satu daerah di Sumatra Selatan yang rawan terbakar saat kemarau tiba, pasalnya daerah tersebut memiliki lahan gambut yang cukup luas.

Sebelumnya, Bupati OKI Iskandar, mengajak peran serta pemegang konsesi lahan perkebunan di wilayahnya untuk mencegah karhutla melalui pemberdayaan.

“Penyebab karhutla 99% adalah perbuatan manusia. Pendekatan terhadap warga pembakar perlu menjadi perhatian semua pihak,” katanya.

Iskandar mengungkap penguatan peran pengusaha perkebunan dan masyarakat penting untuk pencegahan karhutka  mengingat Iahan perkebunan baik milik masyarakat maupun yang dikelola swasta rawan terjadi kebakaran.

“Siaga Karhutlah kita mulai dari simpul terkecil. Brigade perkebunan, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) hingga pemerintahan dan masyarakat desa, mesti terus didorong agar masing-masing mengoptimalkan perannya” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, oki, Karhutla

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top