Payakumbuh Punya Sentra Industri Rendang, akan Diresmikan Jokowi Maret

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan sentra industri rendang di Payakumbuh, Sumatra Barat pada Maret mendatang, sebelum dilakukan ekspor perdana ke Saudi Arabia.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  13:26 WIB
Loading the player ...
Payakumbuh the City of Rendang, video produksi Dinas Kominfo Payakumbuh dan Universitas Andalas

Bisnis.com, PADANG—Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan sentra industri rendang di Payakumbuh, Sumatra Barat pada Maret mendatang, sebelum dilakukan ekspor perdana ke Saudi Arabia.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi menyebutkan presiden akan meresmikan industri rendang berbasis UMKM di Payakumbuh dan akan menjadikannya sebagai pilot project pengembangan UMKM di Tanah Air.

“Rencananya sekitar Maret akan diresmikan presiden, sehingga pengembangan industri rendang Payakumbuh bisa tumbuh lebih cepat,” katanya, Jumat (22/2/2019).

Dia menyebutkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pusat diperlukan untuk mendukung pengembangan sentra industri berbasis rumah tangga tersebut. Apalagi, pemda setempat menyasar ekspor sebagai pasar prioritas.

Untuk tahap awal, imbuhnya, pemerintah setempat akan mengirimkan satu kontainer rendang dengan berat 20 ton ke Arab Saudi, yang bisa dinikmati jemaah haji maupun masyarakat setempat.

“Sesuai rencana Mei ini dimulai pengiriman perdana rendang dalam bentuk kalio ke Arab Saudi,” katanya.

Adapun, untuk proses pengiriman tersebut, pemerintah setempat tengah mengurus perizinan untuk pemasaran rendang, sekaligus memastikan legalitas barang bisa masuk dengan baik, karena kebijakan suplai daging ke Saudi terbilang ketat.

Dengan rencana ekspor perdana tersebut, Pemkot Payakumbuh meyakini usaha makanan terutama rendang akan semakin berkembang di daerah itu. Termasuk usaha hulu, seperti pertanian cabai, kelapa dan peternakan sapi, sebagai bahan utama pembuatan rendang juga bakal berkembang pesat.

“Dampaknya banyak sekali. Ekspor rendang ini juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani, karena kebutuhan kelapa, kebutuhan cabai, daging, ikut meningkat,” ujarnya.

Riza mengatakan sudah ada 37 sentra industri rendang atau IKM yang memproduksi rendang di daerah itu, dengan total produksi melebihi 1 ton per hari.

“Rata – rata setiap IKM yang ada di Payakumbuh memproduksi 31 kilogram rendang per hari, kalau dikalkulasikan seluruh IKM bisa produksi 1.147 kilogram per hari, lebih dari 1 ton,” katanya.

Menurutnya, dengan produksi yang cukup besar tersebut, sudah pantas Kota Payakumbuh menyandang predikat sebagai kota rendang.

“Dengan produksi sebanyak ini, rasanya cukup sebagai modal awal untuk menjadikan Payakumbuh sebagai Kota Randang,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahan dasar pembuatan rendang yaitu daging sapi juga tersedia di Payakumbuh, karena ada peternakan sapi, serta peternakan milik pemerintah di Padang Mengatas, dan adanya rumah potong hewan yang memadai.

Begitu juga dengan pemasaran, Payakumbuh sudah merupakan salah satu daerah tujuan wisata Sumbar, karena posisinya yang berada di jalur Padang – Pekanbaru, dan dekat pula dengan kota wisata Bukittinggi, sehingga pengembangan industri rendang diyakini bakal berjalan dengan baik.

Riza menyebutkan untuk jangka panjang produk rendang setempat akan diprioritaskan untuk kebutuhan ekspor, sehingga perlu dipastikan kualitas produknya.

Untuk peningkatan kualitas itu, Pemkot Payakumbuh juga menggandeng BPOM Padang dan Batan yang menyediakan teknologi retouch agar kualitas rendang terjaga untuk kebutuhan ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rendang, nasi padang

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top