Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelindo II Targetkan Kapasitas Ekspor CPO Teluk Bayur 5 Juta Ton

Pelindo II menargetkan kapasitas ekspor minyak sawit atau cruid palm oil/CPO melalui pelabuhan Teluk Bayur, Padang bisa mencapai 5 juta ton tahun depan.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 16 Oktober 2018  |  18:55 WIB

Bisnis.com, PADANG—Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) menargetkan kapasitas ekspor minyak sawit atau cruid palm oil/CPO melalui pelabuhan Teluk Bayur, Padang bisa mencapai 5 juta ton tahun depan.

General Manager PT Pelindo II cabang Teluk Bayur Armen Amir mengatakan Teluk Bayur seharusnya menjadi pelabuhan besar karena berada di sisi paling barat wilayah Indonesia yang terkoneksi langsung dengan kawasan Samudera Hindia.

Selain itu, pelabuhan tertua di Pulau Sumatra itu juga punya sejarah panjang sebagai pelabuhan penting di Tanah Air, karena menjadi pintu masuk perdagangan dengan Eropa dan negara lainnya di masa lalu.

“Kami ingin bangkitkan kembali Teluk Bayur ini sebagai pelabuhan besar, pelabuhan kelas dunia,” kata Armen, usai pencanangan investasi sejumlah pengembangan pelabuhan tersebut di Padang, Selasa (16/10/2018).

Dia mengatakan salah satu prioritas adalah meningkatkan kapasitas ekspor CPO dari pelabuhan tersebut yang saat ini volumenya hanya 2,5 juta ton menjadi 5 juta ton tahun depan.

Menurutnya, target itu bisa terealisasi dengan meningkatkan layanan pelabuhan, pembenahan infrastruktur dan penyediaan fasilitas tangki timbun, serta pembangunan terminal khusus komoditas CPO.

“Untuk mengejar target ini, kami akan tambah fasilitas tangki timbun, dan juga membangun terminal khusus CPO. Jadi, ekspor CPO dari pelabuhan ini bisa lebih besar dari ekspor dari Belawan maupun Dumai,” katanya.

Armen meyakini dengan posisi Teluk Bayur yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia serta negara – negara di kawasan itu, dinilai bakal meningkatkan ekspor melalui pelabuhan tersebut.

Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Sengaja Budi Syukur menyebutkan potensi ekspor dari Sumbar masih sangat besar, termasuk untuk komoditas CPO.

“Kami apresiasi target manajemen Pelindo, tentu fasilitas pendukungnya juga harus dipenuhi. Kalau kami pengusaha tentu siap bersinergi untuk meningkatkan ekspor Sumbar,” katanya.

Dia mengatakan Kadin memang memprioritaskan peningkatan ekspor komoditas dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas mata uang untuk jangka pendek.

Untuk Sumbar misalnya, komoditas sawit masih menjadi produk unggulan, karena hampir 70% ekspor dari daerah itu berasal dari produk CPO. Kemudian produk karet, rempah – rempah dan komoditas lokal lainnya.

Kadin sebelumnya, juga mendorong pemerintah daerah menggerakkan penanaman komoditas lokal untuk mendongkrak ekspor. Untuk di Sumbar, komoditas lokal potensial yang layak dikembangkan antara lain, cokelat, kopi, gambir, pala, kayu manis, dan yang lain.

Adapun, luas lahan perkebunan sawit di Sumbar mencapai 344.352 Ha dengan status areal perkebunan rakyat seluas 177.093 Ha, perkebunan swasta seluas 166.423 Ha dan perkebunan negara seluas 7.836 Ha.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat kinerja ekspor Sumbar sepanjang tahun ini dari Januari – September 2018 mengalami penurunan signifikan hingga 23.32% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Atau menjadi hanya US$1,21 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai US$1,58 miliar. Penurunan itu mayoritas didorong turunnya ekspor CPO sebesar 19,88% dari US$1,06 miliar menjadi hanya US$850 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo ii pelabuhan teluk bayur
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top