Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Lebaran, BBPOM Awasi Parsel di Banda Aceh

Menjelang Idulfitri, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan pengawasan parsel.
Abdul Hadi Firsawan
Abdul Hadi Firsawan - Bisnis.com 08 Juni 2018  |  15:11 WIB
Ilustrasi: Pekerja menata parsel - Antara/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi: Pekerja menata parsel - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, BANDA ACEH – Menjelang Idulfitri, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan pengawasan parsel untuk menjamin produk yang dijual aman dikonsumsi. BBPOM melihat kualitas mutu dan keamanan produk di sejumlah swalayan di Banda Aceh.

Kepala BBPOM Banda Aceh Zulkifli mengatakan dari hasil pengawasan belum ditemukan produk bermasalah didalam parsel, seperti produk yang tidak memiliki izin edar dan sudah kedaluwarsa. Sementara untuk produk yang penyok, BBPOM meminta penjual untuk tidak memasukkannya ke dalam parsel.

"Kita awasi produk di Lebaran ini agar betul aman, tidak kadaluarsa, kemasan tidak rusak, dan tidak ada produk yang mengandung alkohol," ujarnya di Banda Aceh pada Jumat (8/6/2018).

Tim yang mengawasi parsel terdiri dari beberapa lembaga di antaranya BBPOM, Dinas Pangan Aceh, Disperindag Aceh, Kepolisian Daerah Aceh dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Menurut Zulkifli, berdasar beberapa parsel yang dibuka, produk didalam parsel kebanyakan produk baru dengan masa kedaluwarsa yang masih lama.

Pihaknya mengantisipasi produk kadaluarsa karena tidak sehat jika dikonsumsi. Durasi masa kedaluwarsa yang dicantumkan pelaku usaha pada kemasan produk merupakan jaminan dari mereka terhadap jangka waktu produk tersebut layak dikonsumsi.

"Ini pengawasan sudah rutin kita lakukan, dan pedagang sudah paham kalau Lebaran ada pengawasan seperti ini," lanjut Zulkifli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parsel
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top