Ini Dua Kiat agar Produktivitas Migas Riau Terjaga

Oleh: Arif Gunawan 08 November 2018 | 18:35 WIB
Ini Dua Kiat agar Produktivitas Migas Riau Terjaga
Blok migas/Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU -- Provinsi Riau yang terkenal dengan produksi migas dari Blok Rokannya pernah mengalami masa keemasan, yakni angka produksi hampir 1 juta barrel minyak per hari pada 1973 silam. 

Kini lapangan migas di daerah itu sebagian besar sudah mencapai usia di atas 50 tahun, dan perlu treatment atau penanganan khusus untuk menjaga produksi supaya tetap menghasilkan sesuai harapan dan target yang ditetapkan pemerintah

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Riau melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi migas di wilayah itu.

Kepala Pewakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Hanif Rusjdi mengatakan ada dua cara menjaga bahkan bisa meningkatkan produksi migas di saat natural declining atau penyusutan alami lapangan migas berusia tua terus terjadi. Dua cara itu adalah pengeboran dan penerapan teknologi.

"Untuk kegiatan Pengeboran di KKKS terdapat dua jenis yaitu Pengeboran Eksplorasi dan Pengeboran Pengembangan. Pengeboran Eksplorasi merupakan pengeboran yang bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya suatu cekungan mengandung minyak dan atau gas bumi," katanya Kamis (8/11/2018).

Keberhasilan dari pengeboran eksplorasi ini akan berefek ganda, yaitu selain dapat menambah produksi migas, juga bakal menambah cadangan migas di Tanah Air.

Dari sembilan sumur target pengeboran eskplorasi di wilayah Riau pada tahun ini, telah dilakukan pengeboran di tiga sumur, dimana salah satu sumur tersebut, yakni Sumur Kumis-2 Pertamina Hulu Energi Siak berhasil menemukan cadangan minyak.

Pernyataan itu diaminkan oleh General Manager PHE Siak, Rizaldi Winant. Dia menjelaskan selain berupaya mempertahankan produksi dari lapangan eksisting, pihaknya juga aktif mencari cadangan migas baru untuk kelanjutan operasional di masa mendatang.

"Alhamdulillah, di Maret 2018 lalu PHE Siak telah melakukan pengeboran eksplorasi Kumis-2 dengan temuan sumber daya in-place sebesar 9,64 Million Barrels of Oil (MMBO) atau sumber daya terambil sebesar 1,90 MMBO (recoverable)," katanya.

Dengan keberhasilan itu, saat ini PHE Siak berhasil mencatat rata-rata produksi minyak pada September 2018 sebesar 1.870 barrel oil per day (bopd) atau 102,5 % dari target yang ditetapkan pada periode yang sama yaitu sebesar 1.787 bopd. 

Selain pengeboran eksplorasi, ada pula pengeboran pengembangan, yang dilaksanakan oleh KKKS dalam rangka untuk meningkatkan atau mempertahankan produksi yang sudah ada dari lapangan eksisting. 

Tidak hanya untuk sumur minyak, sumur gas juga menjadi perhatian SKK Migas, dari kegiatan pengeboran itu dapat memenuhi komitmen kontrak, dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Act Area Manager EMP Bentu Ltd Zulfan mengatakan sebagai salah satu KKKS yang memproduksi gas ini memiliki komitmen pengeboran pengembangan sebanyak empat sumur baru pada tahun ini, yaitu Segat 5, Segat 7, Segat 8 dan Seng-4. Sedangkan untuk tahun depan, perusahaan itu berencana mengebor tiga sumur baru lagi. 

“Dahulu listrik di Riau sering padam, namun dengan kontribusi gas yang kami berikan, suplai listrik tetap terjaga ke masyarakat, di samping itu gas dari EMP Bentu Ltd juga dimanfaatkan untuk program city gas dari PT Pertagas atau penyaluran gas ke rumah-rumah yang tentunya lebih efisien dan praktis bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu PT Chevron Pacific Indonesia yang saat ini mengelola lapangan migas terbesar di Tanah Air yaitu Blok Rokan, telah menerapkan teknologi terintegrasi untuk menjaga produktivitas lapangan minyak yang sudah berumur lebih dari 70 tahun tersebut.

General Manager External Affairs PT CPI Winu Adiarto mengatakan penerapan teknologi menjadi salah satu upaya pihaknya dalam meningkatkan atau mempertahankan produksi migas. 

"Penerapan teknologi merupakan salah satu keunggulan kompetitif kami dalam mengoperasikan lapangan migas secara efektif dan efisien. Di antaranya, penerapan teknologi injeksi uap di Lapangan Duri dan injeksi air di Lapangan Minas dan berbagai lapangan lain yang mampu menjaga posisi PT CPI sebagai penyumbang utama produksi migas nasional," katanya.

Terobosan lain yang terbaru dari CPI menurut Winu adalah keberadaan fasilitas Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di Minas yang kian mendorong efisiensi dan produktivitas operasi Chevron.

Fasilitas tersebut memanfaatkan teknologi dan kolaborasi lintas fungsi untuk mencapai optimalisasi nilai di seluruh elemen operasi hulu migas sehingga meningkatkan keselamatan, produktivitas, efisiensi energi, penghematan biaya, dan pengambilan keputusan. 

Upaya optimalisasi dan peningkatan kinerja juga dilakukan PT CPI melalui inisiatif Lean Sigma. Inisiatif ini mampu menghasilkan nilai manfaat yang sangat signifikan setiap tahunnya. 

“Semua upaya yang dilakukan CPI bertujuan agar operasi migas lebih efisien dengan tetap menjaga produktivitas agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia,’’ kata Winu.

Adapun menurut data SKK Migas, kini produksi Blok Rokan pada semester I/2018 mencapai 207.148bopd, setara 26% produksi nasional, atau sekitar 75 juta barrel setahun.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya