Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTPN I Canangkan Gerakan Menanam Sejuta Pohon

PTPN I mencanangkan Gerakan Menanam Sejuta Pohon sebagai respons langsung dari visi kelestarian lingkungan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo./Dokumentasi
Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo./Dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA – PTPN I Subholding Supporting Co mencanangkan Gerakan Menanam Sejuta Pohon sebagai respons langsung dari visi kelestarian lingkungan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Gerakan Menanam Sejuta Pohon PTPN I itu dimulai tahun ini dan akan selesai pada 2027. Tahap pertama, akan ditanam 280.000 pohon pada 2025, 340.000 pohon pada 2026, dan pada 2027 sebanyak 380.000 pohon.

Dibiayai dengan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), program ini akan dipantau secara berkelanjutan sehingga dipastikan setiap pohon yang ditanam tumbuh, terawat, dan bermanfaat bagi kelestarian lingkungan alam.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan program Tanam Sejuta Pohon yang dilaksanakan mandiri oleh PTPN I Subholding Supporting Co ini merupakan respons langsung dari visi kelestarian lingkungan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai perusahaan perkebunan, kata dia, pihaknya ikut bertanggung jawab karena memiliki komoditas yang selaras dengan aspek kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, program tanam pohon yang dilaksanakan akan semaksimal mungkin menjaga sebagaimana tanaman yang diusahakan perusahaan.

“Program Tanam Sejuta Pohon yang diluncurkan PTPN I ini bukan sekadar program seremonial. Sebagai industri agro, kami punya kompetensi yang sangat cukup dalam bidang ini. Oleh karena itu, program ini akan berlangsung bertahap sampai satu juga pohon dan dipastikan hidup, tumbuh, terawat, dan bermanfaat,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (8/5/2025).

Untuk mewujudkan itu, PTPN I akan mengerahkan dan membagi kuota kepada tujuh regional yang tersebar di Pulau Sumatra dan Jawa. Tahapan yang dibagi menjadi tiga tahun, kata dia, dimaksudkan agar setiap bibit pohon yang ditanam benar-benar nyata dan bisa dipantau perkembangannya secara pasti.

Dia mengakui, implementasi penanaman sejuta bibit pohon ini tidak sederhana. Selain menggerakkan seluruh unit Kerja untuk menanam bibit pohon di lingkungan kerja, baik di halaman kantor, di pinggir-pinggir jalan dalam area kebun, di komplek perumahan karyawan, pihaknya juga menggandeng para pihak yang memiliki kepedulian, kapasitas, dan kompetensi dalam pengelolaan tanaman.

Namun demikian, untuk memastikan tanaman benar-benar ditanam dan dirawat, pihaknya akan mengorganisasikan manajemen perawatan dengan memanfaatkan teknologi.

“Sekali lagi, ini bukan acara seremonial. Ini program nyata. Jadi, setiap pohon yang kami adakan, kami distribusikan ke unit kerja, maupun didelegasikan kepada individu, komunitas, maupun instansi, atau organisasi dalam penanamannya, harus terpantau secara ketat. Kami akan mengecek di mana bibit itu ditanam, pada koordinat berapa, di lokasi seperti apa, apakah tidak mengganggu, dan aspek lainnya,” kata Aris yang semula sebagai Sekper/Corsec eks PTPN X.

Pemantauan secara ketat terhadap setiap pohon yang ditanam dimaksudkan untuk memastikan program tersebut berjalan dengan semestinya. Data koordinat lokasi tanam, jenis bibit yang ditanam, siapa atau pihak mana yang menanam akan terdata dalam data base program yang sewaktu-waktu bisa dipantau dan dilaporkan menggunakan teknologi.

Dengan demikian, tingkat keberhasilan dari program ini bisa terdeteksi secara berkala sehingga bisa dilakukan evaluasi yang tepat dan akurat.

Sebagai perusahaan yang fokus kepada tanaman karet, teh, kopi, kakau, dan beberapa komoditas lain ini menjadi salah satu industri yang selaras dengan kelestarian lingkungan. Ribuan tanaman karet dan teh, misalnya, menjadi penjaga dan penyumbang oksigen bagi masyarakat yang berada di sekitarnya. Kebun-kebun perusahaan juga menjadi pengikat lahan yang menyerap air lalu menyimpan di tanah untuk kehidupan manusia secara berkelanjutan.

Dalam konteks Program Tanam Sejuta Pohon ini, selain memperbaiki dan diversifikasi tanaman di lahan milik perusahaan, pihaknya juga membidik lokasi-lokasi yang rawan bencana, antara lain sempadan sungai, daerah tandus dan kritis, wilayah dengan polusi udara tinggi, dan area-area publik yang seharusnya memiliki tanaman penghijauan.

Demikian juga dengan jenis bibit tanaman yang dipilih, manajemen menyediakan, baik melalui pembelian kepada para pihak yang punya kompetensi maupun dibuat sediri di depo perusahaan, berupa tanaman yang memenuhi syarat lingkungan, yakni tanaman produksi, tanaman konservasi, maupun jenis tertentu dari spesies asli suatu daerah.

“Kami bekerja sama dengan instansi yang memiliki kaitan dengan program ini, antara lain dengan Kementerian atau Dinas Lingkungan Hidup, Kemenhut, LSM lingkungan, atau lainnya yang punya komitmen tinggi terhadap lingkungan. Bibit tanaman kami bagi gratis, tetapi harus mengisi formulir yang berisi beberapa data, terutama titik koordinat lokasi tanam. Data itu akan menjadi database sistem untuk pelaporan.”

Program penanaman ini akan berlangsung selama lima tahun sampai 2029. Tahap penanaman sebanyak sejuta pohon harus selesai pada 2027 dan tahap perawatan dan monitoring akan berlangsung hingga 2029.

“Kami optimistis ini akan berjalan dengan baik. Selain karena basis bisnis kami memang tanaman, kami punya kompetensi dan infrastruktur yang cukup untuk mewujudkan itu. Namun demikian, kami mohon dukungan para pihak untuk bisa melaksanakan ini dengan baik,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Herdiyan
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper