Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemko Pekanbaru Belajar Pengolahan Sampah ke Bukittinggi

Bukittinggi tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah berbasis pyrolysis, untuk mengolah 40-50 ton sampah plastik per hari dengan residu berupa debu.
Ilustrasi sampah dari kemasan plastik/ Freepik
Ilustrasi sampah dari kemasan plastik/ Freepik

Bisnis.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya mencari solusi terbaik dalam pengelolaan sampah. Untuk itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kota Bukittinggi. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah di hilir yang diterapkan di Bukittinggi.  

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis. Pada pertemuan tersebut, Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan mengucapkan selamat kepada Agung Nugroho dan Markarius Anwar atas terpilihnya sebagai pemimpin Kota Pekanbaru.  

"Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan antardaerah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan sampah," ujar Ibnu Asis, Kamis (27/3/2025).

Dia menjelaskan bahwa Bukittinggi tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah berbasis pyrolysis, yang mampu mengolah 40-50 ton sampah plastik per hari dengan residu berupa debu. Teknologi ini diterapkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan dari sampah.  

"Saya harap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi bagi Pemko Pekanbaru dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu," tambahnya.  

Sementara itu, Wawako Pekanbaru Markarius Anwar mengungkapkan kunjungan ini menjadi langkah awal pihaknya dalam mencari metode pengelolaan sampah yang efektif dan efisien. 

Saat ini, Pemko Pekanbaru sedang mengkaji berbagai opsi, termasuk teknologi pyrolysis dan Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu metode pengolahan sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pencacahan, pengeringan, dan pemisahan.  

"Sistem yang kami pilih nantinya harus efektif, efisien, serta sesuai dengan skema pembiayaan yang tersedia," jelas Markarius.  

Dia juga menyoroti Pekanbaru saat ini masih menggunakan sistem open dumping, yang perlu segera ditinggalkan karena tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah membenahi sistem pengolahan sampah di hilir, terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  

"Kami telah membenahi sistem pengangkutan sampah, kini saatnya fokus pada pengolahan di hilir," ujarnya.  

Diharapkan, melalui kunjungan ini, kedua kota dapat saling berbagi pengalaman dan menemukan solusi terbaik dalam pengelolaan sampah, guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper