Bisnis.com, BATAM - Pemerintah pusat kembali mengusulkan untuk mengubah konsep pemindahan warga di Pulau Rempang, yang terimbas dari Proyek Strategis Negara (PSN) dari relokasi menjadi transmigrasi lokal.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pihaknya telah merancang penciptaan ekosistem ekonomi baru dengan pemanfaatan penduduk lokal.
"Kalau relokasi itu cuma memindahkan orang dan rumah, tapi kalau transmigrasi lokal itu sekaligus memindahkan kehidupannya," kata Iftitah saat kunjungan ke Tanjung Banon, Pulau Rempang, Kamis (27/2/2025).
Karena perbedaan konsep tersebut, Iftitah menyebut maka pemerintah nanti juga akan bertanggung jawab terhadap hunian, pekerjaan serta pendidikan.
Konsep transmigrasi lokal membuat warga yang terimbas PSN Rempang Eco-City akan mendapat hak-haknya secara penuh sebagai warga negara.
"Jangan semuanya nanti menjadi buruh pabrik. Kalau jiwanya nelayan, maka harus nelayan profesional yang ahli dan berskala industri," ungkapnya.
Baca Juga
Ada banyak catatan yang disampaikan Iftitah, yang intinya adalah menekankan kehadiran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Rempang lewat sistem kuliah jarak jauh. Tujuannya yakni membentuk warga lokal yang berkompetensi.
"Kami akan undang baik pemuda lokal maupun luar daerah agar berkuliah disini sebagai mahasiswa kolaborasi mungkin dengan ITB atau Poltek. Setelah lulus akan ada ikatan dinas 5 hingga 10 tahun," paparnya.
Untuk itu, Kementerian Transmigrasi baru dalam tahap penjajakan di Rempang. Agar bisa memiliki kewenangan penuh dengan konsep transmigrasi lokal tersebut, maka harus mendapat otoritas dan kewenangan penuh melalui Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi.
"Kami harus mengurusnya ke BP Batam. Baru setelah itu memastikan rencana tersebut lewat kehadiran kantor Kementerian Transmigrasi di Pulau Rempang," paparnya.
Menurut Iftitah, PSN Rempang Eco-City harus terus berjalan, karena potensinya yang sangat bagus untuk industrialisasi besar-besaran.
"Kami sudah beberapa kali pelajari PSN Rempang, yang ternyata sangat potensial untuk industrialisasi besar-besaran," ungkapnya.
Alasannya jelas karena komoditasnya ada yakni pasir silika. "Industrinya pabrik kaca, nilai investasi yang disetujui Rp 198 triliun, dan penciptaan lapangan kerja 57.000-85.000 dalam lima tahun," ungkapnya.
Ia menjelaskan di Kepri sendiri ada 70.000 ribu pengangguran yang terdata di 2024. Sehingga dengan berjalannya PSN Rempang, maka tidak akan ada lagi pengangguran di Kepri.
"Daya beli masyarakat meningkat, sehingga bisa bayar pajak. Pemerintah pun punya uang belanja buat bangun infrastruktur penunjang kegiatan masyarakat," pungkasnya.