Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumbar Bertambah Jadi 43 Orang

Untuk korban yang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan SAR 12 orang di wilayah Tanah Datar dan 3 orang di wilayah Agam.
Tim gabungan SAR mengevakuasi korban banjir bandang lahar dingin yang melanda Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatra Barat. /dok SAR Padang
Tim gabungan SAR mengevakuasi korban banjir bandang lahar dingin yang melanda Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatra Barat. /dok SAR Padang

Bisnis.com, TANAH DATAR - Operasi SAR hingga pukul 13.00 Wib Senin (13/5) berhasil menemukan 6 korban meninggal dunia yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menjelaskan 6 korban yang ditemukan itu 2 korban diantaranya sudah teridentifikasi yakni Nofrizal (60) dan Firdaus (50) dan 2 korban ini merupakan warga Tanah Datar.

"Sedangkan 4 korban lainnya itu belum teridentifikasi, dan 1 korban kami kirim ke RS Bhayangkara Padang dan 3 korban lagi ke RSUD Batusangkar," katanya dalam keterangan resmi, Senin (13/5/2024).

Dia merinci untuk 6 korban yang ditemukan itu berada di dua daerah yakni 5 korban di antaranya di Kabupaten Tanah Datar dan 1 korban di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

"Jadi untuk yang korban ditemukan di Padang Pariaman ini merupakan upaya penyisiran tim SAR dari aliran sungai di Kota Padang Panjang hingga ke aliran sungai Batang Anai yang merupakan wilayah Padang Pariaman," jelasnya.

Dengan telah ditemukannya 6 korban itu, total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 43 orang. Artinya untuk korban yang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan SAR 12 orang di wilayah Tanah Datar dan 3 orang di wilayah Agam.

"Saat ini tim masih terus berupaya melakukan pencarian," tegasnya.

Abdul Malik mengaku bahwa terdapat sejumlah kendala dalam melakukan proses pencarian korban banjir bandang lahar dingin itu. Seperti luasnya wilayah yang terdampak, sehingga sangat membutuhkan sumber daya berkompeten.

Sedangkan untuk peralatan, dalam hal ini tim gabungan SAR turut dibantu peralatan eskavator dan pompa air dari pemerintah daerah setempat.

Sehingga hal tersebut turut membantu dalam hal melakukan pembersihan material banjir seperti lumpur dan material lainnya seperti kayu di lokasi terdampak banjir bandang lahar dingin.

Sedangkan untuk sumber daya, Abdul Malik menyatakan, dalam melakukan upaya pencarian korban ini tim gabung SAR Padang telah mendapat tambahan personel dari SAR Pekanbaru sebanyak 2 tim sejak 12 Mei 2024 kemarin.

Kemudian informasi dari pemerintah pusat, personel akan terus ditambah yakni dari SAR Jambi, Mentawai, serta beberapa tim dari pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper