Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bencana Alam dan Cuaca Ekstrem Pengaruhi Pariwisata Sumbar Saat Libur Lebaran

Saat libur lebaran, bencana alam dan cuaca ekstrem di Sumbar pengaruhi jumlah pariwisata
Bencana Alam dan Cuaca Ekstrem Pengaruhi Pariwisata Sumbar Saat Libur Lebaran dok BNPB
Bencana Alam dan Cuaca Ekstrem Pengaruhi Pariwisata Sumbar Saat Libur Lebaran dok BNPB

Bisnis.com, PADANG - Kejadian bencana alam dan cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Sumatra Barat sebelum Ramadan dan sebelum Idulfitri 2024 turut mempengaruhi kunjungan wisatawan selama libur lebaran 2024 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda mengatakan kendati secara pantauan secara kasat mata di sejumlah objek wisata di Sumbar ramai pengunjung, namun belum bisa dipastikan, naik atau turun jumlah kunjungan wisatawan bila dibandingkan lebaran 2023 dengan lebaran 2024.

"Berapa datanya, saya belum bisa sampaikan angka secara pasti, karena untuk menghitung wisatawan ke Sumbar kami menggunakan data yang tercatat di pihak Telkomsel. Tapi setelah dilihat dari sejumlah objek wisata di Sumbar, karena selama lebaran 2024 ini saya keliling juga, kunjungan ramai," ujarnya.

Budi menyampaikan data pasti jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar pada momen libur lebaran 2024 ini baru bisa dirilis pada bulan Mei 2024 nanti. Namun melihat pada kondisi lebaran 2023 lalu ada sebanyak 1,9 juta orang berlibur di Sumbar.

"Kalaupun kunjungan meningkat pada lebaran 2024 ini, saya perkirakan lebih dari 2 juta orang, itu kalau naiknya 2% saja," ungkapnya.

Dikatakannya pada bulan Maret 2024 ini bencana alam dan cuaca ekstrem melanda Sumbar, sedikit banyaknya kondisi tersebut turut membuat banyak orang terkendala untuk mengakses suatu wilayah yang ada destinasi wisatanya.

"Dengan adanya kondisi bencana alam dan cuaca ekstrem memang turut mempengaruhi orang urung berwisata ke Sumbar ini. Kondisi ini sudah kami bahas dengan Gubernur Sumbar bersama sejumlah pihak, beruntung penanganan penanggulangan bencana dilakukan dengan baik," jelasnya.

Dampak bencana alam dan cuaca ekstrem terhadap pariwisata ini, diakui oleh pegiat wisata di kawasan Seribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Wawan. Menurutnya diperkirakan kunjungan wisata saat libur lebaran 2024 di kawasan Saribu Rumah Gadang mengalami penurunan dibanding lebaran tahun lalu sebesar 40 %.

Dia menjelaskan penurunan jumlah kunjungan pada lebaran 2024 ini didorong beberapa faktor, yakni mulai dari persoalan akses jalan rusak akibat longsor menuju Kabupaten Solok Selatan. Kemudian diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga membuat kunjungan ke Seribu Rumah Gadang turut menurun.

"Kalau tahun 2023 lalu, kunjungan sangat ramai. Homestay yang berada di Seribu Rumah Gadang pada penuh semuanya. Sekarang, homestay masih banyak yang kosong," jelasnya.

Wawan menyebutkan biasanya pengunjung yang datang ke Seribu Rumah Gadang itu lebih banyak dari perantau luar daerah yang berkampung halaman di Solok Selatan. Artinya perantau yang rindu dengan suasana tinggal di rumah gadang, dan homestay yang tersedia itu adanya di kawasan Seribu Rumah Gadang tersebut.

Namun bila dilihat dari sisi kunjungan, dapat dikatakan masih tergolong ramai. Hanya saja pengunjung kebanyakan dari masyarakat lokal Solok Selatan, yang datang untuk berfoto.

Untuk diketahui, pada bulan Maret atau beberapa hari jelang memasuki Ramadan 2024 sejumlah wilayah di Sumbar dilanda bencana banjir dan longsor. Jalan nasional sempat putus total, puluhan ribu jiwa pengungsi, ribuan rumah penduduk terdampak, dan puluhan jiwa yang dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian pada bulan April jelang memasuki Idulfitri 2024, cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang Panjang, yang menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Marapi yang masih berstatus Level III atau Siaga.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada bencana banjir lahar dingin itu, namun dampak yang ditimbulkan masih dirasakan hingga momen libur lebaran, karena akses jalan Padang - Bukittinggi tepatnya di Kelok Hantu Aie Angek digenangi banjir, dan membuat akses sempat terputus.

Kendati beberapa jam kemudian jalan sudah bisa dilalui, namun masih berlakukan sistem buka tutup. Kondisi ini membuat macet panjang yang tidak terelakan, baik yang datang dari Padang - Bukittinggi maupun yang dari Bukittinggi - Padang.

Keadaan tersebut pengendara khawatir melintasi jalan lintas itu, karena cuaca hujan masih melanda wilayah tersebut. Hingga arus mudik balik ini, arus lalu lintas di Aie Angek sudah kembali normal atau ramai lancar.

1713168547_dd43c7c4-6742-4cb1-b308-a39094b7de63.
1713168547_dd43c7c4-6742-4cb1-b308-a39094b7de63.
Petugas melakukan pembersihan material banjir di jalan Padang - Bukittinggi tepatnya di wilayah Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, pada 8 April 2024. dok BNPB


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper