Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Polemik Minyakita di Medan Jelang Lebaran: Stok Berkurang, Harga Lewat Ambang

KPPU Kantor Wilayah I Medan masih temukan pedagang yang menjual minyak goreng dengan harga di atas HET (harga eceran tertinggi) jelang Idulfitri.
Tim Satgas Pangan Sumut mengunjungi stand PD Pasar Medan dalam agenda pemantauan ketersediaan stok dan perkembangan harga kebutuhan pokok strategis masyarakat di Pasar Petisah jelang Lebaran, Selasa (2/4/2024).
Tim Satgas Pangan Sumut mengunjungi stand PD Pasar Medan dalam agenda pemantauan ketersediaan stok dan perkembangan harga kebutuhan pokok strategis masyarakat di Pasar Petisah jelang Lebaran, Selasa (2/4/2024).

Bisnis.com, MEDAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Medan masih temukan pedagang yang menjual minyak goreng dengan harga di atas HET (harga eceran tertinggi) jelang Idulfitri.

Kepala KPPU Kanwil I Medan Ridho Pamungkas mengatakan para pedagang saat ini didapati menjual minyak goreng curah di harga Rp17.000 per kilogram (kg).

Sedangkan Minyakita dipatok harga Rp16.000 per liter oleh pedagang dari HET Rp14.000 per liter, seperti halnya yang ditemukan KPPU di Pasar Petisah.

Dikatakan Ridho, minyak goreng yang selalu diperdagangkan di atas HET dipengaruhi oleh naiknya harga pokok produksi (HPP). Sementara itu, Minyakita yang ditujukan sebagai stabilisasi harga terpalang kuota ekspor.

"Produksi Minyakita berkaitan dengan kuota ekspor, karena itu yang jadi alokasi untuk DMO (domestic market obligation) nya. Kalau ekspor berkurang, pasti pasokan [Minyakita] akan berkurang juga," kata Ridho di Medan, Rabu (3/4/2024).

Sebagaimana diketahui, produksi Minyakita diserahkan pemerintah kepada perusahaan.

Dikutip dari berbagai sumber, perusahaan yang setuju menjadi produsen Minyakita akan mendapat insentif berupa angka pengkonversian hak ekspor yang lebih tinggi dibanding DMO.

Dikatakan Ridho, saat tinjauan KPPU ke pedagang di Pasar Petisah pada Selasa (2/4/2024), pedagang menyebut kesulitan memperoleh Minyakita.

”Dari informasi pedagang, beberapa bulan yang lalu mereka sempat kesulitan mendapatkan produk Minyakita, padahal kehadiran Minyakita sebagai penyeimbang harga minyak goreng di pasar. Hal ini yang menyebabkan kesulitan dalam menyeimbangkan HET dengan harga pasar,” ujar Ridho.

Kelangkaan Minyakita di pasaran dibenarkan Panji, karyawan PT Pilar yang menjadi mitra resmi Bulog dalam penyaluran Minyakita ke konsumen di Medan.

Menurutnya, berkurangnya pasokan Minyakita ke pedagang berkaitan dengan penurunan produksi, antara lain lantaran kuota pemenuhan kebutuhan domestik (DMO) para produsen telah habis. Hal itu juga yang disebutnya jadi penyebab spekulan Minyakita bermunculan.

Kendati, dari sisi ketersediaan, Panji mengatakan PT Pilar masih memiliki stok produk Minyakita yang cukup. "Stok di kami aman, cuma memang masuknya berkala. Tidak setiap hari," ujarnya.

Menanggapi harga Minyakita yang dijual pedagang di atas HET, Kepala Perum Bulog Sumut Arif Mandu mengatakan ada 'lapak' distributor resmi Minyakita di hampir setiap pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar.

"Kita kasih penyeimbang harga. Di sini [lapak PT Pilar] Minyakita dijual Rp13.500 per liter. Saya yakin pasti konsumen lari kemari sehingga dengan sendirinya mereka [pedagang] harus menurunkan harga biar barangnya laku," kata Arif.

Minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang diwaspadai naik jelang Idulfitri 2024, bersama dengan bawang merah, bawang putih, beras dan gula pasir.

Ridho Pamungkas mengatakan, KPPU bersama Satgas Pangan Sumut akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang signifikan jelang Lebaran. (K68)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper