Bersama Texcal Energy, Ini Perjalanan Wuliyati dan Rumah Batik Srikandi

Wuliyati asal Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kampar, menginspirasi dengan perjalanan bisnisnya di dunia batik melalui usaha Rumah Batik Srikandi.
Foto: Bersama Texcal Energy, Ini Perjalanan Wuliyati dan Rumah Batik Srikandi
Foto: Bersama Texcal Energy, Ini Perjalanan Wuliyati dan Rumah Batik Srikandi

Bisnis.com, TAPUNG - Wuliyati, wanita tangguh berusia 52 tahun asal Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kampar, menginspirasi dengan perjalanan bisnisnya di dunia batik melalui usaha Rumah Batik Srikandi.

Dia berkisah usaha ini telah berdiri sejak tahun 2018 silam, yang awalnya bermula dari pelatihan yang digelar oleh Dekranasda Kabupaten Kampar. Kala itu Wuliyati mengikuti pelatihan selama sepekan di Pelalawan dan kemudian diajak bekerja di rumah batik di Kecamatan Tambang, Kampar.

"Namun, karena jarak yang jauh, suami saya meminta saya berhenti, dan mengusulkan saya membuka usaha batik di rumah pada tahun 2019," ungkapnya kepada tim Jelajah UMKM Riau, Jumat (22/12/2023).

Dia menyebut saat itu modal awal yang dikeluarkannya mencapai Rp15 juta untuk membeli alat produksi seperti canting, bahan kain, hingga bahan pewarna, lilin, dan lainnya. Namun saat baru mau memulai, ternyata pandemi COVID-19 mengadang, dan membuat kendala dalam pemasaran produk tersebut.

Meski demikian, kegigihannya mendapatkan perhatian dari pemerintah desa, dan Rumah Batik Srikandi mendapatkan dukungan dari desa sebesar Rp15 juta sebagai tambahan modal. Uang itu digunakannya untuk membeli cap batik sehingga selain batik tulis, ada pula produk batik cap. Wuliyati juga memutuskan untuk memberikan hasil karya batiknya secara gratis kepada perangkat desa sebagai bentuk apresiasi atas dukungan itu.

Setelah momen itu, dari awalnya hanya membuat batik dengan produksi yang terbatas, Rumah Batik Srikandi mulai mendapatkan pesanan dari berbagai pihak, seperti sejumlah sekolah, para guru, ibu-ibu PKK, kader posyandu, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kampar.

Pesanan tidak hanya batik kain, tetapi juga batik siap pakai untuk berbagai kebutuhan acara, seperti yang terbaru adalah dari puskesmas setempat untuk kegiatan akreditasi fasilitas kesehatan tersebut.

Motif batik dari Rumah Batik Srikandi bervariasi menurut Wuliyati tidak monoton, dan telah mampu mengakomodasi permintaan khusus seperti motif daerah misalnya pucuk rebung, lebah begayut, dan lainnya. Wuliyati mengakui bahwa modal untuk membuat motif-motif baru itu cukup besar.

Penjualan terbarunya, Rumah Batik Srikandi telah menyelesaikan pesanan sebanyak 35 pcs untuk aparatur di Kecamatan Tapung dengan harga Rp300.000 per kain batik.

"Untuk rentang harganya kami jual sekitar Rp350.000 untuk batik tulis, dan mulai Rp250 ribu untuk batik cap," ungkapnya.

Dari kesungguhannya menjalankan usaha batik, Wuliyati mendapatkan perhatian dan dukungan usaha dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Texcal Energy Mahato Inc. ("Texcal").

Sejumlah perhatian perusahaan kepada Rumah Batik Srikandi misalnya memesan sebanyak 75 pcs kain batik untuk kebutuhan kantor dan acara di Jakarta.

Dia menyebut mulai mengenal Texcal Energy melalui kenalan dari aparatur di Kantor Camat Tapung. Hingga ini, Rumah Batik Srikandi telah diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan perusahaan migas itu seperti pameran Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) di Batam, di mana kala itu pihaknya berhasil menjual hingga 30 pcs kain batik.

Wuliyati berharap agar pesanan terus berdatangan sehingga usahanya terus berkembang. Untuk mendukung hal itu, Rumah Batik Srikandi juga telah menjual produknya secara online melalui di berbagai market place, media sosial dan berbagai platform lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper