Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sensus Pertanian 2023: Petani Milenial di Sumbar Sebanyak 756.022 Orang

Dari hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) itu turut mencatat petani milenial yang berumur 19–39 tahun. Secara totalnya mencapai 756.022 orang.
Seorang petani tengah berada di perkebunan sayur di Desa Batu Palano, Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Senin (4/12/2023). Bisins-Muhammad Noli Hendra
Seorang petani tengah berada di perkebunan sayur di Desa Batu Palano, Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Senin (4/12/2023). Bisins-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan berdasarkan hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023 - Tahap I turut mencatat kondisi petani milenial di Provinsi Sumatra Barat.

Kepala BPS Provinsi Sumbar Sugeng Arianto mengatakan dari hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) itu turut mencatat petani milenial yang berumur 19–39 tahun. Secara totalnya mencapai 756.022 orang.

"Jadi ada pembagiannya, yakni petani yang menggunakan teknologi digital sebanyak 163.836 orang atau 21,67% dari total petani di Sumbar yang sebanyak 756.022 orang," katanya dikutip dari data BPS Sumbar, Selasa (12/12/2023).

Sementara itu, petani yang berumur lebih dari 39 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 304.133 orang atau 40,22% dan petani yang berumur kurang dari 19 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 165 orang 0,02%.

Sugeng menjelaskan melihat dari kabupaten dan kota di Sumbar dengan petani milenial umur 19–39 tahun itu, terbanyak berada di Kabupaten Solok yakni sebanyak 19.864 orang atau sekitar 12,12% dari keseluruhan petani milenial di Sumbar.

Selain itu, kabupaten dan kota dengan jumlah petani milenial umur 19–39 tahun terbanyak kedua dan ketiga adalah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Agam dengan masing-masing sebanyak 18.684 orang atau 11,40% dan 15.746 orang 9,61%.

"Data petani milenial dapat menjadi salah satu indikator tingkat regenerasi di sektor pertanian serta menunjukkan pemanfaatan teknologi digital yang diharapkan dapat menciptakan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan," ujarnya. 

Untuk itu, Sugeng melihat potensi regenerasi petani di Sumbar sudah cukup bagus. Dia berharap hasil ST2023 ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan untuk pertanian di Sumbar kedepannya.

BPS menyebutkan pendataan petani milenial itu, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Petani Milenial merupakan petani berusia 19-39 tahun, dan/atau petani yang adaptif terhadap teknologi digital. 

Teknologi digital mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, penggunaan internet/telepon pintar/teknologi informasi, penggunaan drone, dan/atau penggunaan kecerdasan buatan. 

Petani, dalam hal ini, adalah UTP yang hanya berusaha pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Ketergantungan wilayah perkotaan terhadap hasil pertanian dari wilayah perdesaan dan terbatasnya lahan pertanian di wilayah perkotaan menuntut masyarakat wilayah perkotaan melakukan inovasi menyediakan produk pertanian. 

Masyarakat perkotaan menyediakan produk pertanian sendiri pada lahan terbatas dengan cara sebagian besar media tanam menggunakan pot/polybag sehingga mudah dipindahkan pada lahan sempit (baik di dalam ruangan atau di atap rumah) dan dilakukan dengan sistem hidroponik dengan menggunakan air atau unsur hara, aquaponik, vertikultur dengan memanfaatkan ruang vertikal sebagai tempat bercocok tanam baik dalam bentuk digantung maupun rambat atau terpasang di dinding, atau media terpal. 

"Praktik budi daya penyediaan produk pertanian di wilayah perkotaan tersebut dinamakan sebagai Urban Farming. Hal ini penggunaan teknologi juga," sebutnya.

Berdasarkan hasil ST2023, jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) Urban Farming di Sumbar sebanyak 246 rumah tangga. Kabupaten dan kota dengan RTUP Urban Farming terbanyak yaitu Kota Padang dengan jumlah RTUP Urban Farming sebanyak 68 rumah tangga atau sekitar 27,64% dari keseluruhan RTUP Urban Farming di Sumbar.

Selanjutnya, kabupaten dan kota dengan jumlah RTUP Urban Farming terbanyak kedua dan ketiga yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman yang masing-masing sebanyak 56 rumah tangga 22,76% dan 25 rumah tangga 10,16%.

"Kalau untuk UTP (Usaha Pertanian Perorangan) Urban Farming di Sumbar berdasarkan hasil ST2023 sebanyak 250 unit," jelasnnya.

Kabupaten dan kota dengan UTP Urban Farming terbanyak yaitu Kota Padang dengan jumlah UTP Urban Farming sebanyak 68 unit atau sekitar 27,20% dari keseluruhan UTP Urban Farming di Sumbar. 

Selanjutnya, kabupaten dan kota dengan jumlah UTP Urban Farming terbanyak kedua dan ketiga yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman yang masing-masing sebanyak 58 unit atau 23,20% dan 26 unit atau 10,40%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper