Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kenaikan Harga Beras Sebabkan Sumbar Inflasi 2,27% pada Oktober 2023

Inflasi Provinsi Sumatra Barat sebesar 2,27% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,55 pada Oktober 2023.
Beras impor./Bisnis-Annasa Rizki Kamalina.
Beras impor./Bisnis-Annasa Rizki Kamalina.

Bisnis.com, PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Provinsi Sumatra Barat sebesar 2,27% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,55 pada Oktober 2023.

Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto mengatakan melihat dari dua kota yang menjadi patokan penentu inflasi di Sumbar yakni Kota Padang mengalami inflasi 2,27% (yoy) dengan IHK sebesar 116,52 dan Kota Bukittinggi sebesar 2,30% (yoy) dengan IHK sebesar 116,78.

Komoditas yang dominan terhadap inflasi yoy gabungan dua kota di Sumbar itu ada dari beras sebesar 0,33%, rokok kretek filter sebesar 0,28%, ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,22%, emas perhiasan sebesar 0,14%, mobil sebesar 0,12%, kentang sebesar 0,10%, rokok putih sebesar 0,09%, sekolah dasar sebesar 0,07%, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,06%, dan beberapa komoditas lainnya.

"Adanya kenaikan harga beras, emas perhiasan, turut memberikan andil menyebabkan Sumbar terjadi inflasi 2,27%," katanya dari data resmi BPS, Rabu (1/11/2023).

Sugeng menyampaikan bila melihat secara month to month (mtm) terjadi inflasi di Kota Padang sebesar 0,12% dan di Kota Bukittinggi terjadi deflasi sebesar 0,06%. Secara agregat, inflasi mtm gabungan 2 kota tercatat sebesar 0,10%.

Secara year to date (ytd), laju inflasi Kota Padang sebesar 1,59% dan laju inflasi Kota Bukittinggi sebesar 1,67%. Secara agregat, inflasi ytd gabungan 2 kota tercatat sebesar 1,60%.

Selain itu, Sugeng menyatakan bila melihat inflasi yang terjadi di Sumbar dibandingkan pada skala nasional, maka pada Oktober 2023 dari 90 kota IHK di Indonesia, semua kota mengalami inflasi secara yoy. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 5,43% dan inflasi yoy terendah terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,43%.

Sementara Kota Padang menduduki urutan ke-75 dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke-74 dari 90 kota yang mengalami inflasi secara yoy di Indonesia. Tidak hanya itu, dari 26 kota IHK di Pulau Jawa pada Oktober 2023, semua kota mengalami inflasi secara yoy. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,29% dan terendah terjadi di DKI Jakarta sebesar 2,08%.

Untuk 40 kota IHK di luar Sumatra dan Jawa, semua kota mengalami inflasi secara yoy. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 4,89% dan inflasi terendah terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,43%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper