Dekati Target Nasional, Realisasi Investasi Kota Pekanbaru Capai Rp3,09 Triliun

Realisasi investasi Kota Pekanbaru pada triwulan I 2023 mencapai Rp3,09 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru Akmal Khairi (Kanan)
Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru Akmal Khairi (Kanan)

Bisnis.com, PEKANBARU - Realisasi investasi Kota Pekanbaru pada triwulan I 2023 mencapai Rp3,09 triliun. Angka tersebut hampir mendekati target nasional realisasi investasi pada tahun ini yaitu Rp3,8 trilliun.
 
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru masih punya waktu hingga akhir tahun untuk mengejar sisa target investasi sebesar Rp8 miliar.
 
"Realisasi investasi kita pada TW I ini sudah mendekati target nasional yang ditetapkan tahun ini," ujar Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru Akmal Khairi, Selasa (23/5/2023).
 
Lanjut Akmal, bahwa realisasi investasi ini tercatat dari Januari hingga Maret 2023. Namun, hasil capaian invetasi ini baru keluar pada awal Mei 2023.
 
Untuk itu, pihaknya pun optimistis tahun ini bisa mencapai target realisasi nasional. Lantaran  capaian di pertengahan tahun saja sudah 81 persen dari target nasional yang sudah ditetapkan untuk Kota Pekanbaru.
 
Disamping itu, berdasarkan RPJMD untuk Kota Pekanbaru target realisasi investasi tahun 2023 yakni Rp4,7 triliun. Capaian yang ada saat ini pun sudah mencapai 61 persen target yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Pekanbaru.
 
Lebih jauh, kata Akmal bahwa pada triwulan II 2023 yakni rentang April, Mei dan Juni, Kota Pekanbaru sudah melampaui target realisasi investasi nasional. Apalagi investasi yang harus dicapai untuk target nasional hanya tinggal 19 persen lagi.
 
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi realisasi investasi pada awal tahun ini. Adapun realisasi pemodal dalam negeri berkisar Rp2,9 triliun.
 
"Sedangkan sisanya berkisar Rp136 miliar rupiah merupakan penanaman modal asing," ungkapnya.
 
Akmal menambahkan bahwa PMDN mendominasi karena di kota bertuah sendiri investasi banyak bergerak di bidang jasa. Dia menilai geliat jasa terutama sektor kuliner dan bidang lainnya meningkat setelah pandemi Covid-19.
 
"Walau kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak sehingga menyumbang banyak untuk investasi kita. Memang sektor jasa masih mendominasi," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper