Kemenperin Optimalkan Anggaran Dekonsentrasi bersama Pemda

Dana dekonsentrasi yang dialokasikan untuk IKM ini lebih ditekankan pada bentuk nonfisik seperti adanya pelatihan, pendampingan serta fasilitas untuk pameran.
Batik Analyzer. /Kemenperin
Batik Analyzer. /Kemenperin

Bisnis.com, PALEMBANG – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kualitas IKM melalui optimalisasi anggaran dekonsentrasi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian Reni Yanita.

“Sebenarnya kan kita tiap tahun punya anggaran dekonsentrasi, ini yang dikelola oleh kepala dinas perindustrian di seluruh provinsi di Indonesia. Kebetulan untuk tahun ini pengarahannya kita pilih di Sumsel,” kata Reni, Selasa (7/2/2023).

Pengarahan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan menggandeng pemerintah daerah itu dilakukan agar seluruh kepala dinas dapat mengoptimalkan anggaran yang tersedia untuk pemberdayaan IKM.

“Bagaimana setelah pemulihan ekonomi ini, IKM kita bisa lebih menggeliat lagi. Apalagi tahun ini kan katanya resesi, jadi seoptimal mungkin produk IKM kita berkualitas,” sambungnya.

Reni menerangkan bahwa dana dekonsentrasi yang dialokasikan untuk IKM ini lebih ditekankan pada bentuk nonfisik seperti adanya pelatihan, pendampingan serta fasilitas untuk pameran.

Adanya pengarahan yang dilakukan ini juga sebagai bentuk motivasi bagi kepala dinas perindustrian di daerah, untuk lebih optimal lagi dalam merealisasikan anggaran yang telah disalurkan.

“Pengarahan ini dilakukan untuk memotivasi kepala dinas lebih mengoptimalkan dan tidak mengulangi hal hal yang sebelumnya sudah terjadi seperti lambat perencanaan, lambat pertanggungjawaban,” jelas Reni.

Masih dikatakan Reni, pihaknya juga menyiapkan konsultasi bagi para kepala dinas yang mengalami kesulitan dan tantangan dalam memanfaatkan anggaran tersebut.

Lebih lanjut, Reni juga mempertimbangkan pengadaan rewards and punishment untuk lebih memicu penyempurnaan realisasi anggaran, sehingga IKM bisa tumbuh.

“Bagi yang pencapaiannya baik dan optimal, bisa jadi realisasi ditambah,” imbuhnya.

Reni membeberkan bahwa secara keseluruhan realisasi di Sumsel sebesar 97 persen. Kemudian juga ada yang 100 persen, dan juga dibawahnya.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya berharap, Provinsi Sumsel dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan dari pemerintah pusat.

“Jangan sampai modal yang telah diberikan disalahgunakan akhirnya tidak bermanfaat,” ungkap Mawardi.

Mawardi menyatakan bahwa realisasi anggaran ini sebenarnya diperuntukkan bagi kepentingan para pelaku IKM itu sendiri.

“Sebenarnya ini semua diperuntukkan untuk IKM itu sendiri. Mudah-mudahan modal yang diberikan kepada IKM ini akan semakin berkembang dan menjadi industri besar,” pungkasnya. (K64)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper