Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenag Sumsel Minta Calon Jemaah Haji Tunggu Putusan Terkait Kenaikan Ongkos Haji

Calon jemaah haji di Sumatra Selatan diminta untuk tidak resah terkait kabar kenaikan ongkos haji.
Umat Muslim mengelilingi Kabah di Mekah, Arab Saudi./Bloomberg
Umat Muslim mengelilingi Kabah di Mekah, Arab Saudi./Bloomberg

Bisnis.com, PALEMBANG -- Calon jemaah haji di Sumatra Selatan diminta untuk tidak resah terkait kabar kenaikan ongkos haji.

Kepala Kementerian Agama Wilayah Sumatra Selatan (Kemenag Wilayah Sumsel), Syafitri Irwan, menjelaskan pada dasarnya kenaikan tarif ongkos haji naik tidak signifikan, yakni Rp500.000.

"Kenaikan tarif ongkos haji itu sebenarnya tidak begitu signifikan, dari sebelumnya Rp98,3 juta menjadi Rp98,8 juta," katanya, baru-baru ini.

Terkait pembayaran, Kemenag mengusulkan 70 persen. Akan tetapi, Irwan menegaskan bahwa hal itu baru berupa usulan ke DPR.

"Tinggal tunggu respons atas putusan hasil usulan tersebut," jelasnya.

Diketahui, pemerintah pusat berencana menaikkan biaya perjalanan haji (Bipih) 1444 H/2023 M, menjadi Rp69,19 juta per jemaah, naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2022.

Biaya tersebut, 70 persen dari usulan rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2023 yang diusulkan sebesar Rp98,89 juta.

Pada tahun sebelumnya, BPIH sebesar Rp98,37 juta dengan komposisi Bipih sebesar Rp9,88 juta atau sekitar 40,54 persen dari BPIH, dan nilai manfaat sebesar Rp58,49 juta.

Irwan mengemukakan, sembari menunggu ketetapan DPR, pihaknya berharap masyarakat, khususnya calon jemaah haji untuk menunggu dengan sabar. 

"Itu kan baru usulan, kita berdoa saja, agar pembayaran itu bisa 35 persen, 40 persen atau 50 persen saja. Semoga DPR bisa mengambil keputusan ongkos haji dengan tidak memberatkan calon jemaah nantinya," jelasnya.

Dia juga meminta calon jemaah haji yang masih menunggu keberangkatan tahun ini tidak resah dengan informasi seputar kenaikan biaya haji yang beredar.

Menurut dia, niat calon jemaah haji masih bulat meski ada kabar kenaikan tersebut. Bahkan belum ada laporan calon jemaah yang undur diri.

Syafitri juga menjelaskan bahwa kuota haji untuk Sumsel masih 7.000-an calon jemaah haji. Jika ditambah dengan Bangka Belitung, maka kuotanya bisa menjadi 8.000-an calon jemaah haji.

"Jadi kami imbau agar masyarakat berdoa agar DPR bisa mengambil langkah-langkah konkret terkait ongkos haji tahun ini," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper