Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Indonesia Prediksi Inflasi Riau Tahun Ini Mencapai 6 Persen

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau memerkirakan angka inflasi daerah itu pada tahun ini akan tembus 6 persen.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  22:43 WIB
Bank Indonesia Prediksi Inflasi Riau Tahun Ini Mencapai 6 Persen
Deputi Kepala BI Riau Maria Cahyaningtyas. - Bisnis/Arif Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau memerkirakan angka inflasi daerah itu pada tahun ini akan tembus 6 persen. Untuk mengantisipasi hal itu perlu dilakukan sejumlah upaya bersama pihak terkait.

Deputi Kepala BI Riau Maria Cahyaningtyas menyebutkan angka inflasi tahun ini memang sudah melebihi target, kondisi itu sama dengan yang dialami oleh daerah lainnya di Tanah Air.

"Data BPS mencatat saat ini inflasi berjalan Januari-November sudah 5,84 persen. Dari hitungan kami Desember inflasi sekitar 0,5 persen dan inflasi tahunan perkiraan sekitar 6 persen. Kondisi ini kami lihat masih sejalan dengan daerah lainnya di Indonesia yang rata-rata inflasi sudah di atas 4 persen," ujarnya.

Menurutnya agar angka inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru bisa dikendalikan, pemda harus dapat memastikan suplai bahan pangan lancar di tengah momen akhir tahun dan peringatan hari besar.

Kemudian antar kabupaten dan kota juga harus memastikan pendataan yang baik, sehingga dapat diketahui mana daerah yang mengalami surplus dan defisit sehingga dapat saling bantu memenuhi permintaan daerah masing-masing.

Sementara itu untuk komoditas yang harus diwaspadai, diantaranya telur dan ayam ras yang memang mengalami kenaikan seperti daerah lainnya. Namun untuk cabai merah, menurutnya meskipun sudah mulai ada kenaikan tapi masih di bawah harga rata-rata.

"Harga cabai ini harus diwaspadai, jadi buat yang kemarin sudah menjalankan program tanam cabai itu harapan kami yang sudah panen agar bisa digunakan untuk suplai kebutuhan daerah kita sendiri," ujarnya.

Lalu untuk komoditas beras, menurutnya orang Riau suka mengkonsumsi beras premium dengan jenis beras pera, bukan pulen. Karena itu untuk menyiasati permintaan pasar dan menjaga pasokan dari daerah produsen, perlu ada offtaker yang menjembatani antara petani atau produsen beras Riau dengan daerah yang membutuhkan suplai untuk masyarakatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi riau
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top