Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masih Ada 900.000 Ha Lahan di Sumsel untuk Sektor Perkebunan

Ada lima komoditas yang mendominasi pemanfaatan lahan perkebunan, yakni karet, kelapa sawit, kopi, kelapa dan tebu.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG -- Alokasi lahan untuk kawasan budi daya perkebunan di Sumatra Selatan tercatat masih tersisa 900.000 hektare dari total 3,8 juta hektare.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Sumatra Selatan (Disbun Sumsel) Agus Darwa dalam acara workshop perusahaan pertanian tahun 2022 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Selasa (29/11/2022).

Agus mengemukakan saat ini lahan untuk sektor perkebunan yang telah tergarap mencapai sekitar 2,9 juta hektare (ha).

"Lahan itu telah ditanami 18 komoditas perkebunan. Masih ada peluang untuk melakukan budi daya perkebunan di lahan yang tersisa," katanya.

Dia memaparkan ada lima komoditas utama yang mendominasi pemanfaatan lahan, yakni karet, kelapa sawit, kopi, kelapa dan tebu. 

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2016, tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Sumsel tahun 2016--2036, kawasan budi daya perkebunan menduduki alokasi terbanyak dibandingkan sektor pertanian lainnya. 

Setelah kawasan budi daya perkebunan, Pemprov mengalokasikan 2,09 juta ha untuk hutan produksi dan 1,38 juta ha untuk kawasan lindungan. Sementara untuk kawasan budi daya pangan dan hortikultura tercatat seluas 936.074 ha.

Agus melanjutkan terdapat sebanyak 317 perusahaan yang menggarap sektor perkebunan di Sumsel, di mana perusahaan sawit mendominasi dengan jumlah mencapai 277 perusahaan di 14 kabupaten/kota.

"Sehingga tidak salah jika Sumsel ini menjadi produsen kelapa sawit terbesar ketiga di Sumatra dan masuk lima besar di tingkat nasional," katanya.

Begitu pula untuk komoditas karet, menurut Agus, Sumsel telah menjadi sentra perkebunan karet nasional dengan luasan kebun mencapai 1,3 juta ha. Apalagi, kepemilikan dalam usaha komoditas ini hingga 95 persen dari total luasan lahan tersebut.

Agus menilai perusahaan yang menggarap sektor perkebunan berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Sumsel.

"Bayangkan saja untuk membuka [pabrik] kebun sawit, perusahaan paling tidak menyerap 300 tenaga kerja. Sektor ini juga jadi sumber penghidupan untuk warga sekitar," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel Zulkipli mengatakan pihaknya bakal menggelar Sensus Pertanian 2023 untuk memotret kondisi terkini sektor pertanian.

"Sensus Pertanian ini bukan hanya untuk tanaman pangan, melainkan juga subsektor lainnya, termasuk perkebunan," kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper