Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Khawatir Inflasi Tinggi Jelang Akhir Tahun, Ini Upaya Riau

inflasi Riau secara bulan ke bulan mengalami deflasi sebesar 0,69 persen, dan inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2022 sebesar 5,72 persen.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 November 2022  |  17:52 WIB
Khawatir Inflasi Tinggi Jelang Akhir Tahun, Ini Upaya Riau
Pedagang merapikan bawang merah jualannya di Pasar Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/6/2022). ANTARA FOTO - Jojon
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau masih melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka inflasi agar tidak terus meningkat sampai akhir tahun ini.

Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan inflasi Riau secara bulan ke bulan mengalami deflasi sebesar 0,69 persen, dan inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2022 sebesar 5,72 persen. 

"Saya berharap angka inflasi Riau bisa ditekan lebih rendah lagi, sesuai harapan dari Kemendagri," ujarnya Senin (21/11/2022).

Secara nasional, Indonesia mengalami deflasi pada Oktober 2022, sehingga inflasi berjalan saat ini sebesar 5,71 persen, atau turun dibandingkan inflasi Januari-September lalu yang berada di angka 5,95 persen. 

Untuk bisa menekan inflasi semakin rendah menjelang akhir tahun, Pemprov Riau telah melakukan berbagai upaya seperti melaksanakan operasi pasar murah, melakukan kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, melakukan gerakan menanam cabai dan bawang, merealisasikan BTT, hingga memberikan dukungan transportasi dari APBD.

Gubernur mengatakan hingga Desember 2022 pihaknya masih akan menggelar operasi pasar murah di berbagai titik di Provinsi Riau, sebagai upaya untuk menekan dan menstabilkan harga komoditas yang saat ini melambung tinggi sehingga berkontribusi menyebabkan inflasi. 

"Setidak-tidaknya operasi pasar murah ini ada 20 lokasi lagi yang akan dilaksanakan sampai nanti akhir Desember 2022. Semoga dengan cara-cara seperti inilah kami harapkan dapat menurunkan angka inflasi," ujarnya.

Dia mengakui saat ini sudah dekat dengan momen perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Sehingga dirinya meminta kepada kepala OPD terkait agar melakuan intervensi jika mulai ada kenaikan harga. Termasuk juga mengecek ketersediaan bahan pokok.

Dengan upaya itu diharapkan dapat menurunkan inflasi daerah menjadi lebih rendah dibandingkan saat ini, dan mudah-mudahan diharapkan pada November, inflasi di Riau bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Syamsuar menambahkan saat ini harga beras premium di Riau masih cukup tinggi. Di Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu harga beras premium berkisar Rp16.000 per Kg, sementara di Kabupaten Rokan Hulu Rp13.500 per Kg.

"Tentunya kami ingin harga beras premium di seluruh daerah di Riau ini sama. Ini yang kemudian harus dilakukan intervensi, jangan hanya dilakukan cek harga," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Inflasi
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top