Khawatir Inflasi Tinggi Jelang Akhir Tahun, Ini Upaya Riau

inflasi Riau secara bulan ke bulan mengalami deflasi sebesar 0,69 persen, dan inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2022 sebesar 5,72 persen.
Pedagang merapikan bawang merah jualannya di Pasar Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/6/2022). ANTARA FOTO/Jojon
Pedagang merapikan bawang merah jualannya di Pasar Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/6/2022). ANTARA FOTO/Jojon

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau masih melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka inflasi agar tidak terus meningkat sampai akhir tahun ini.

Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan inflasi Riau secara bulan ke bulan mengalami deflasi sebesar 0,69 persen, dan inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2022 sebesar 5,72 persen. 

"Saya berharap angka inflasi Riau bisa ditekan lebih rendah lagi, sesuai harapan dari Kemendagri," ujarnya Senin (21/11/2022).

Secara nasional, Indonesia mengalami deflasi pada Oktober 2022, sehingga inflasi berjalan saat ini sebesar 5,71 persen, atau turun dibandingkan inflasi Januari-September lalu yang berada di angka 5,95 persen. 

Untuk bisa menekan inflasi semakin rendah menjelang akhir tahun, Pemprov Riau telah melakukan berbagai upaya seperti melaksanakan operasi pasar murah, melakukan kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, melakukan gerakan menanam cabai dan bawang, merealisasikan BTT, hingga memberikan dukungan transportasi dari APBD.

Gubernur mengatakan hingga Desember 2022 pihaknya masih akan menggelar operasi pasar murah di berbagai titik di Provinsi Riau, sebagai upaya untuk menekan dan menstabilkan harga komoditas yang saat ini melambung tinggi sehingga berkontribusi menyebabkan inflasi. 

"Setidak-tidaknya operasi pasar murah ini ada 20 lokasi lagi yang akan dilaksanakan sampai nanti akhir Desember 2022. Semoga dengan cara-cara seperti inilah kami harapkan dapat menurunkan angka inflasi," ujarnya.

Dia mengakui saat ini sudah dekat dengan momen perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Sehingga dirinya meminta kepada kepala OPD terkait agar melakuan intervensi jika mulai ada kenaikan harga. Termasuk juga mengecek ketersediaan bahan pokok.

Dengan upaya itu diharapkan dapat menurunkan inflasi daerah menjadi lebih rendah dibandingkan saat ini, dan mudah-mudahan diharapkan pada November, inflasi di Riau bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Syamsuar menambahkan saat ini harga beras premium di Riau masih cukup tinggi. Di Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu harga beras premium berkisar Rp16.000 per Kg, sementara di Kabupaten Rokan Hulu Rp13.500 per Kg.

"Tentunya kami ingin harga beras premium di seluruh daerah di Riau ini sama. Ini yang kemudian harus dilakukan intervensi, jangan hanya dilakukan cek harga," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper