Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penggarapan Potensi Energi Baru Terbarukan di Sumbar Terkendala Izin

Persoalan kini izin untuk penanaman modal energi baru terbarukan belum bisa karena kondisi ketersediaan listrik di Sumbar surplus.
Muhammad Noli Hendra
Muhammad Noli Hendra - Bisnis.com 23 September 2022  |  20:18 WIB
Penggarapan Potensi Energi Baru Terbarukan di Sumbar Terkendala Izin
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatra Barat mencatat terdapat 18 titik potensi energi panas bumi (geothermal) yang tersebar di sejumlah daerah di Sumbar.

Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Sumbar Firdaus mengatakan dari 18 titik geothermal itu memiliki potensi listrik yang besar. Tapi sejauh ini sebagian besarnya belum tergarap.

"Pada umumnya potensi energi panas bumi di Sumbar memiliki status Wilayah Terbuka dan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Sampai saat ini potensi energi panas bumi itu belum tergarap, dan baru sebagian kecil yang telah dimanfaatkan," katanya kepada Bisnis, Jumat (23/9/2022).

Dia menjelaskan untuk 18 titik potensi geothermal itu berada di Kabupaten Pasaman ada 5 titik, Kabupaten Pasaman Barat 3 titik, Kabupaten Lima Puluh Kota 1 titik, Kabupaten Agam 1 titik, Kota Bukittinggi 1 titik, Kabupaten Tanah Datar 3 titik, dan Kabupaten Solok 4 titik.

"Jadi dari 18 titik itu potensinya untuk speculative measurement 487 MW, hypothesis measurement 319 MW, dan possible measurement 335 MW.

Namun persoalan kini, kata Firdaus, izin untuk penanaman modal energi baru terbarukan belum bisa. Karena kondisi ketersediaan listrik di Sumbar surplus.

Padahal potensi masih sangat besar belum tergarap. Solusi dari hal ini, sebenarnya telah dibicarakan beberapa tahun lalu, yakni Sumbar bisa untuk memasok listrik ke provinsi tetangga, serta bisa menjadi daerah mengekspor listrik ke negara Singapura.

"Tapi, hal ini belum ada pembicaraan lebih lanjut. Jadi untuk energi baru terbarukan ini dapat dikatakan sulit untuk digarap dalam kondisi saat ini," tegas dia.

Berbicara soal proyek geothermal, saat di Sumbar proyek yang telah berjalan itu, ada satu lokasi di Liki Pinangawan Muara Laboh Kabupaten Solok Selatan telah dieksploitasi oleh PT Supreme Energy Muara Laboh dengan potensi sebesar 220 MW.

Lalu satu lagi di lokasi di Gunung Talang-Bukit Kili Kabupaten Solok telah dieksplorasi oleh PT Hitay Daya Energy dengan potensi sebesar 20 MW.

Selanjutnya ada satu lokasi di Bonjol Kabupaten Pasaman dengan potensi sebesar 60 MW. PT Medco Power Indonesia telah ditetapkan sebagai pelaksana PSPE (Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi).

Selain ada potensi geothermal, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Mikro Hidro (PLTMH) yang ada di Sumbar juga tergolong sangat besar.

Firdaus menyampaikan untuk PLTMH di Sumbar ini memiliki sekitar 1.100  MW. Namun yang tergarap baru sebesar 351 MW.

"Artinya  masih terdapat 749 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Mikro Hidro (PLTMH) yang belum tergarap," tegasnya.

Untuk potensi PLTMH ini tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, Sijunjung, Agam, Lima Puluh Kota, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Kota Solok.

"Semoga ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait penggarapan potensi energi baru terbarukan itu," harap Firdaus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DPMPTSP sumbar geothermal panas bumi
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top