Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Bantah Isu Keretakan Hubungan dengan Wakilnya

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bantah keretakan hubungan dengan wakilnya Musa Rajekshah.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kiri) bantah keretakan hubungan dengan wakilnya Musa Rajekshah. / Bisnis-Nanda Fahriza Batubara
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kiri) bantah keretakan hubungan dengan wakilnya Musa Rajekshah. / Bisnis-Nanda Fahriza Batubara

Bisnis.com, MEDAN - Belakangan ini, santer terdengar isu keretakan hubungan antara Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Wakilnya, Musa Rajekshah.

Isu kerenggangan keduanya kian mencuat setelah pengurus Partai Golkar Sumut keberatan terhadap pernyataan Edy tentang partai tersebut saat rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat pada Rabu (10/8/2022) lalu.

Seperti diketahui, Partai Golkar Sumut diketuai oleh Ijeck, sapaan populer Musa Rajekshah, yang kini mendampingi Edy memimpin Pemprov Sumut.

Usai melantik Sekretaris Daerah Pemprov Sumut yang baru di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kota Medan, Jumat (19/8/2022), Edy menyampaikan bantahan tentang isu keretakan hubungannya dengan Ijeck.

Edy mengatakan, jabatan gubernur dan wakil gubernur tak ubah seperti pasangan suami dan istri. Keduanya mesti berbagi tugas.

"Tetapi kalau tidak bisa, terpaksa dibagi. Yang satu diselesaikan oleh suaminya, yang satu diselesaikan oleh istrinya. Tetapi kalau ada ribut sana, ribut sini, itu tak terlepas dari wartawan yang suka meributkan tentang itu. Nanti tanyakan kepada wakil gubernur, tidak ada masalah," katanya kepada awak media, Jumat (19/8/2022).

Edy menyampaikan bahwa mereka telah disumpah untuk menjalankan amanah selaku gubernur dan wakil gubernur hingga masa jabatannya berakhir pada 5 September 2023.

"Kami sudah berjanji di dalam sumpah. Bahkan sumpah kami saat itu di hadapan presiden," kata Edy.

Senada, Ijeck juga membantah hubungannya dengan Edy retak. Menurutnya, silaturahmi mereka tetap terjalin baik. Walau begitu, Ijeck mempersilakan publik untuk memberi penilaian.

Yang jelas, kata Ijeck, pasangan gubernur dan wakil gubernur memiliki porsi pekerjaan masing-masing.

"Tentang apa yang menjadi isu di luar ini, biar lah itu punya hak masing-masing menilai. Tetapi sampai dengan saat ini, silaturahmi kami tetap baik. Dan juga Pemprov Sumut tetap berjalan sesuai aturan dan tujuannya," ujar Ijeck.

Belum lama ini, pengurus Partai Golkar Sumut menggelar konferensi pers untuk menanggapi pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada rapat bersama KPK di Gedung DPRD Kabupaten Langkat pada Rabu (10/8/2022) lalu.

Menurut Sekretaris Partai Golkar Sumut Datok Ilhamsyah, pernyataan Edy telah menyinggung perasaan kader. Menurutnya, Edy telah menyebut bahwa Partai Golkar tidak mendukung pembangunan di Sumut.

"Banyak yang mendengar [Edy] menyampaikan Partai Golkar tidak setuju pembangunan itu. Kami tidak mau partai ini digiring seolah-olah tidak berpihak kepada masyarakat," kata Ilhamsyah di Kantor Partai Golkar Sumut, Kota Medan, Senin (15/8/2022).

Merasa kecewa dengan pernyataan Edy, kata Ilhamsyah, Partai Golkar mendeklarasikan perlawanan terhadap Edy.

"Kader Golkar tahu apa yang harus dilakukan. Jika partai dan lambang partainya dihina, lawan. Kalau sudah sampai ada penghinaan lambang partai, lawan," kata Ilhamsyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper