Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Tinggi, BI Sumsel Yakin Tetap Terkendali

Bank Indonesia memproyeksi laju inflasi Sumatra Selatan pada 2022 bakal lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya meski diyakini tetap terkendali.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  19:27 WIB
Inflasi Tinggi, BI Sumsel Yakin Tetap Terkendali
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Eusebio Chysnamurti

Bisnis.com, PALEMBANG – Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Selatan memproyeksi laju inflasi Sumatra Selatan pada 2022 bakal lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya meski diyakini tetap terkendali.

Diketahui, Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mencatat laju inflasi Sumsel pada Juli 2022 sebesar 6,26 persen (year on year). Sementara inflasi pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,84 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Selatan (BI Sumsel) Erwin Soeriadimadja mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel terus berupaya untuk mengendalikan laju inflasi.

“Strateginya mencakup ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (3/8/2022).

Erwin menambahkan bahwa TPID pun menggandeng Satuan Tugas (Satgas) pangan untuk menjaga inflasi tetap stabil. 

Pasalnya, diketahui penyebab inflasi tinggi di Sumsel tak lain masih didominasi kenaikan harga komoditas kelompok makanan, seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras dan tomat.

“Banyak faktor yang memengaruhi kenaikan harga pada komoditas tersebut, mulai dari kondisi cuaca hingga peningkatan biaya input produksi, seperti pupuk,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, bank sentral mendukung perluasan lahan komoditas hortikultura itu di sentra produksi, seperti Kabupaten Musi Rawas Utara, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir secara bertahap sampai dengan bulan November.

“TPID juga memantau distribusi saprodi, termasuk pupuk serta perluasan kerja sama antardaerah (KAD) dengan melibatkan BUMD dan pihak terkait lainnya,” katanya.

Dia menambahkan meski laju inflasi tinggi, namun survei konsumen BI Sumsel menunjukkan indikasi optimisme konsumen.

“Indeks keyakinan konsumen masih menunjukkan optimisme pada Juli 2022 meskipun sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Inflasi sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top