Fitbumin Vilaktin, Solusi untuk Meningkatkan Kualitas ASI Demi Cegah Stunting

Fitbumin Vilaktin merupakan jamu yang berkhasiat meningkatkan kualitas Air Susu Ibu (ASI).
Foto: Direktur PT Akar Rimba Nusantara, Drs Sutristo (kemeja biru) diapit  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei), Selamat Hartono SKM. MKM dan Ketua Dewan Kerajinan Sergei, Budi Sumalim berfoto bersama usai Penandatangan MoU dalam percepatan penanggulangan stunting beberapa waktu lalu.
Foto: Direktur PT Akar Rimba Nusantara, Drs Sutristo (kemeja biru) diapit Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei), Selamat Hartono SKM. MKM dan Ketua Dewan Kerajinan Sergei, Budi Sumalim berfoto bersama usai Penandatangan MoU dalam percepatan penanggulangan stunting beberapa waktu lalu.

Bisnis.com, MEDAN - PT Akar Rimba Nusantara (ARN) meluncurkan produk herbal baru bernama Fitbumin Vilaktin. Sebelum diproduksi, obat ini telah melalui tahap penelitian oleh Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Menurut Direktur PT ARN Sutristo, Fitbumin Vilaktin merupakan jamu yang berkhasiat meningkatkan kualitas Air Susu Ibu (ASI). Hal ini berguna untuk mencegah stunting pada anak berusia 0-6 bulan.

Sutristo mengatakan, bayi di bawah lima tahun (balita) yang tidak memeroleh asupan ASI eksklusif rentan mengalami stunting hingga 4,8 kali lipat.

ASI diketahui mengandung berbagai unsur yang berperan penting pada tumbuh kembang bayi. Seperti sel darah putih, zat kekebalan, enzim, hormone, dan protein.

Sedangkan antibodi pada ASI berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Termasuk mempersempit risiko stunting.

"Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk menekan angka stunting di Indonesia. Balita yang tidak diberikan ASI eksklusif memiliki risiko stunting 4,8 kali," kata Sutristo, Senin (30/5/2022).

Hingga saat ini, kasus bayi yang mengalami stunting relatif tinggi di Indonesia. Berdasar data Kementerian Kesehatan RI, terdapat 5,33 juta balita yang mengalami stunting pada 2021 lalu. Jumlah ini setara dengan 24,4 persen balita Indonesia saat itu.

Oleh sebab itu, Sutristo berharap kehadiran Fitbumin Vilaktin mampu membantu pemerintah menangani persoalan tersebut.

"Antibodi dalam ASI mampu meningkatkan daya tahan tubuh, dan ini sangat baik untuk mencegah stunting," katanya.

Sutristo menjelaskan, PT ARN fokus melakukan riset, pengembangan serta inovasi pada produk farmasi berbahan baku albumin ikan gabus.

Saat ini, perusahaan juga mengembangkan seri varian produk suplemen berbahan dasar ikan gabus yang tidak hanya bermanfaat untuk kalangan anak. Melainkan juga untuk ibu hamil.

Fitbumin Vilaktin sendiri merupakan varian suplemen yang telah terregistrasi sebagai jamu khusus dan berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Produk ini juga telah terregistrasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai jamu serta mengantongi sertifikasi halal.

Menurut Sutristo, kolaborasi penelitian yang dijalin PT ARN bersama Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara berperan krusial untuk menangani persoalan stunting holistic.

Masih berdasar data Kementerian Kesehatan RI, hanya sekitar 71,58 persen bayi berusia rentang 0-5 bulan yang memeroleh ASI eksklusif pada 2021.

"Namun sebagian provinsi masih memiliki persentase pemberian ASI eksklusif di bawah rata-rata nasional," kata Sutristo.

Fitbumin Vilaktin merupakan jamu atau obat herbal yang mengombinasikan berbagai ekstrak. Seperti ikan gabus, daun katuk, bayam, dan rumput laut.

Ikan gabus mengandung protein albumin yang cukup tinggi. Seperti diketahui, seorang ibu yang menyusui butuh protein untuk memproduksi ASI dan menopang pertumbuhan sel-sel baru pada bagian organ, otot, dan otak bayi.

Sementara itu, daun katuk mengandung alkaloid dan sterol yang bermanfaat membantu dan meningkatkan produksi ASI. Daun katuk bisa memengaruhi kadar hormone prolactin dalam darah.

Sedangkan bayam mengandung fitoestrogen yang memberi efek positif terhadap kelancaran produksi ASI serta kandungan asam folat dan zat gizi yang penting untuk pertumbuhan janin dan bayi.

Mendukung Pengembangan OHT dan OMAI

Menurut Sutristo, Fitbumin Vilaktin merupakan upaya pengembangan produk jamu sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT).

Gunanya untuk mendukung pengembangan Obat Modren Asli Indonesia (OMAI) atau obat bahan alami dan asli indonesia yang telah terbukti secara ilmiah dari sisi keamanan dan khasiatnya.

OMAI terdiri dari Fitofarmakadan OHT, yaitu obat bahan alam yang telah memenuhi standar.

"Sehingga telah memenuhi persyaratan yang berlaku serta klaim dibuktikan secara pra klinik," katanya.

Lebih lanjut, Sutristo menjelaskan bahwa tujuan lain dari pengembangan Fitbumin Vilatin adalah meminimalisir ketergantungan terhadap bahan baku obat impor.

Selain itu, peluncuran Fitbumin Vilatin juga bertujuan meningkatkan peran OMAI dalam resep dokter dalam negeri. Dengan kata lain, produk tersebut juga bagian dari komitmen perusahaan mendukung Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2016 serta Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI 2020-2024.

Sutristo mengatakan, pengembangan dan penciptaan produk-produk herbal berkualitas standar tinggi dalam negeri juga merupakan upaya mewujudkan ketahanan di bidang farmasi. Sehingga inovasi dan dukungan sumber data dalam pengembangan OHT dan fitofarmaka sangat diperlukan.

"Tentunya juga meningkatkan volume perdagangan dalam negeri maupun ekspor yang mendukung pengembangan ekonomi daerah dan nasional," pungkas Sutristo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper