Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Begini Pergerakan Sawit dan Migor di Sumut

Harga minyak goreng di Sumatra Utara juga tidak berubah jauh setelah larangan ekspor CPO dicabut.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  09:15 WIB
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Harga jual TBS kelapa sawit tingkat petani sejak dua pekan terakhir turun dari Rp2.850 per kilogram menjadi Rp1.800 sampai Rp1.550 per kilogram, penurunan tersebut pascakebijakan pemeritah terkait larangan ekspor minyak mentah atau crude palm oil (CPO). - Antara/Syifa Yulinnas.
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Harga jual TBS kelapa sawit tingkat petani sejak dua pekan terakhir turun dari Rp2.850 per kilogram menjadi Rp1.800 sampai Rp1.550 per kilogram, penurunan tersebut pascakebijakan pemeritah terkait larangan ekspor minyak mentah atau crude palm oil (CPO). - Antara/Syifa Yulinnas.
Bisnis.com, MEDAN - Tiga hari berselang seusai pemerintah mencabut larangan ekspor minyak kelapa sawit mentah Crude Palm Oil (CPO), harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Utara naik. Sebaliknya, harga minyak goreng terpantau turun.
Di tingkat petani, TBS kelapa sawit dari pohon berusia 10-20 tahun dipatok seharga Rp1.850 - Rp2.300 per kilogram. Sedangkan berdasar keputusan Dinas Perkebunan Sumatra Utara, TBS dengan kriteria yang sama seharusnya dihargai Rp3.125 per kilogram, naik senilai Rp264 per kilogram dari pekan lalu. Patokan harga ini berlaku mulai Rabu (25/5/2022) hingga Rabu (1/6/2022) mendatang.
Di tingkat petani Sumatra Utara, harga TBS tertinggi dijual di Kabupaten Mandailing Natal, yakni Rp2.250 per kilogram. Sementara itu, harga TBS terendah ada di Kabupaten Batu Bara senilai Rp1.850 per kilogram.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatra Utara Gus Dalhari Harahap mengatakan, pihaknya akan memantau harga TBS di tingkat petani selepas larangan ekspor CPO dicabut. "Makanya petani harus kompak dan bersatu dalam kelembagaan, biar tidak gampang terombang-ambing kalau berpisah-pisah," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (15/5/2022).
Di sisi lain, harga minyak goreng di Sumatra Utara juga tidak berubah jauh setelah larangan ekspor CPO dicabut. Pantauan harga di Kota Medan, minyak goreng curah rata-rata masih dijual Rp16.900 per kilogram. Sedangkan minyak goreng kemasan seharga Rp23.000 - Rp24.000 per kilogram.
Pengamat ekonomi asal Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin, mengatakan penarikan larangan ekspor CPO saat ini belum berdampak siginifikan terhadap harga minyak goreng dalam negeri. Termasuk di Sumatra Utara.
"Jadi tidak banyak yang berubah setelah keputusan pemerintah membuka kembali ekspor CPO beserta produk turunannya," kata Gunawan.
Gunawan membeberkan, harga minyak goreng curah memang sempat turun saat rencana pencabutan larangan ekspor mengemuka beberapa waktu lalu. 
Harga yang awalnya Rp18.000 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram. Akan tetapi, harga bahan pangan itu kemudian justru kembali merangkak naik menjadi Rp16.000 - Rp18.000 per kilogram. Padahal, pemerintah sebelumnya berharap harga minyak goreng curah kembali seharga Rp14.000 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit sumut minyak goreng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top