Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Riau Minta ke Malaysia Agar Proyek Roro Dumai-Melaka Berlanjut

Provinsi Riau bersama Kerajaan Negeri Melaka Malaysia membahas kembali kelanjutan dari proyek penyeberangan internasional Roro Dumai-Melaka.
Kapal ferry Indomal yang melayani rute penyeberangan internasional Dumai-Melaka, Jumat (6/5/2022)./Istimewa
Kapal ferry Indomal yang melayani rute penyeberangan internasional Dumai-Melaka, Jumat (6/5/2022)./Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU -- Provinsi Riau bersama Kerajaan Negeri Melaka Malaysia membahas kembali kelanjutan dari proyek penyeberangan internasional Roro Dumai-Melaka.

Pembahasan itu dilakukan pada pertemuan Gubernur Riau Syamsuar bersama Menteri Pelancongan, Warisan dan Kebudayaan Negeri Melaka Datuk Muhammad Jailani bin Khamis.

"Kami mengusulkan pembangunan kembali kelanjutan proyek infrastruktur Roro Dumai-Melaka itu bisa dibantu untuk dilanjutkan oleh Kerajaan Melaka, karena Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun Roro dari Dumai ke Melaka," ujarnya Senin (16/5/2022).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur Roro Dumai-Melaka harus diusulkan kembali karena antusias dari masyarakat juga tinggi. Di pihak Indonesia khususnya Riau kini terus menunggu pembangunan infrastruktur penunjang di Melaka selesai secepatnya.

Dari pertemuan itu juga diketahui Kerajaan Melaka berkomitmen untuk ikut berjuang agar pembangunan Roro Dumai-Melaka ini tetap berlanjut, sehingga pembangunan yang di Dumai juga akan dilanjutkan oleh Pemprov Riau.

Selain mendorong penyelesaiaan Roro Dumai-Melaka, Pemprov Riau juga meminta dukungan agar penyelenggaraan agenda balap sepeda internasional Tour de Siak bisa menambah rute sampai ke Melaka, Malaysia.

"Kami juga mohon dukungan bersama, Insya Allah tahun depan agenda balap Sepeda Tour de Siak akan kami bawa rutenya sampai ke Melaka," ujarnya.

Sementara itu Menteri Pelancongan, Warisan dan Kebudayaan Negeri Melaka, Malaysia Datuk Muhammad Jailani bin Khamis menjelaskan saat ini minat warga negara jiran itu terus menunjukkan peningkatan untuk berkunjung ke Riau.

"Sebanyak 175 WNI masuk ke Melaka dan kami membalasnya dengan 250 warga negara Malaysia untuk masuk ke Dumai," ujarnya.

Menurutnya, pada saat ini jadwal fery penyeberangan Dumai-Melaka yang pada awalnya 1 kali sehari 3 kali seminggu, kini ditingkatkan menjadi 2 kali sehari dalam 3 kali seminggu Pulang-Pergi (PP).

"Jadi ini menunjukkan perjalanan masyarakat kedua negara ini dari jalur laut makin bagus dan sangat baik. Insya Allah pekan depan 1 fery akan melakukan perjalanan 1 hari sekali dari Melaka ke Dumai dan Dumai ke Melaka," ujarnya.

Sebelumnya menurut catatan Bisnis pada 2019 lalu, rencana uji coba Roro Dumai-Malaka dengan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Belanak GT 1.100 dari Kota Dumai pada bulan September 2019 terpaksa ditunda, karena kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengganggu jarak pandang dan berbahaya bagi kesehatan.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Kota Dumai Mahadi Ferdinand menjelaskan, penundaan berangkat KMP Belanak dari Dermaga Roro Dumai ke Dermaga Tanjung Beruas Malaysia berdasarkan surat diterima dari Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan RI tertanggal 16 September 2019.

"Informasi kami terima ujicoba pengoperasian Roro Dumai Malaka ditunda karena kondisi cuaca berasap ini hingga waktu ditentukan," kata Mahadi.

Dalam surat Kemenhub itu, rencana semula pertemuan delegasi Malaysia dengan Pemerintah RI dan Provinsi Riau dijadwalkan 17-19 September 2019 akhirnya ditunda, termasuk ujicoba sandar KMP Belanak di Dermaga Roro Dumai Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat.

Dinas Perhubungan Dumai terus mempersiapkan sisi darat Pelabuhan Roro Bandar Sri Junjungan, dan sudah dibentuk tim persiapan operasi Roro Dumai-Malaka. Sebagai penangggungjawab sisi darat, sejumlah sarana prasarana sudah disiapkan, di antaranya, ruang tunggu, ruang perkantoran, toilet dan musalla serta lainnya, namun tetap harus dibenahi.

Uji coba pengoperasian Roro Dumai Malaka direncanakan dengan keberangkatan pertama rombongan delegasi Malaysia, Kemenhub, Pemprov Riau dan Dumai dari Pelabuhan Dumai menuju Pelabuhan Tanjung Beruas Malaysia, menggunakan KMP Belanak GT 1.100, 18 kru, 300 penumpang dan 18 unit kendaraan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper