Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akibat Solar di Riau Langka, Penumpang Bus Menangis dan Telantar Tengah Malam Sampai Pagi

Ketua Organda Pekanbaru Sofian Daulay mengatakan dampak kelangkaan solar ini sangat berat bagi angkutan umum seperti bus antar kota antar propinsi.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  19:49 WIB
Ketua Organda Pekanbaru Sofian Daulay (berdiri). Organda mengeluhkan kelangkaan solar yang merugikan angkutan umum bus penumpang.  - Bisnis/Arif Gunawan
Ketua Organda Pekanbaru Sofian Daulay (berdiri). Organda mengeluhkan kelangkaan solar yang merugikan angkutan umum bus penumpang. - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Dampak negatif kelangkaan bahan bakar solar dirasakan langsung para pengguna angkutan, termasuk bus antar provinsi. Salah satu bus harus batal berangkat dan penumpangnya telantar dari tengah malam sampai pagi.

Ketua Organda Pekanbaru Sofian Daulay mengatakan dampak kelangkaan solar ini sangat berat bagi angkutan umum seperti bus antar kota antar propinsi.

"Kami bicara hati nurani, di terminal Pekanbaru masalah kelangkaan solar ini terjadi setiap hari, ada kemarin kejadian bus AKAP tujuan Medan jam 12 malam kehabisan solar, stok tidak ada dan terlantarlah penumpang puluhan orang sampai jam 7 pagi, menangis pak penumpang di terminal itu," ujarnya, Rabu (30/3/2022).

Menurutnya para pejabat dan pemimpin daerah enak tidur malam hari di saat pihaknya sibuk membantu mencarikan stok solar yang sangat sulit didapatkan.

Dia mengakui sulit untuk berbicara dan menyampaikan kondisi itu kepada masyarakat, dan beruntung ada forum sosialisasi penggunaan solar bersubsidi yang dilakukan oleh Hiswana Migas Riau.

Tidak hanya satu kasus, ada juga penumpang asal Medan yang harus rela batal mendapatkan lowongan kerja karena terlambat mengikuti sesi wawancara yang sudah dijadwalkan perusahaan. Penyebabnya tidak lain karena bus terlambat tiba di Pekanbaru akibat sulit mendapatkan solar di perjalanan.

"Para penumpang asal Sumut ini tidak tahu kalau solar di Riau langka, saya bertanya ke kawan di Sumut gimana disana ternyata lancar," ujarnya.

Lalu satu masalah lain yang kini kerap dialami anggota Organda yaitu angkutan logistik yang harus menghadapi komplain pengguna jasa pengiriman barang.

Karena sulitnya mendapatkan solar, kerap terjadi barang yang dikirimkan pelanggan menjadi terlambat tiba di tempat tujuan, dan akhirnya sopir truk malah dikomplain dan dimarahi oleh penerima barang.

Sebelumnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau mengakui belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang adanya surat edaran (SE) gubernur Riau yang mengatur penyaluran solar subsidi agar tepat sasaran.

Kabid Energi dan EBT Dinas ESDM Riau Fahmi menjelaskan memang sosialisasi SE gubernur ini berproses, dan pihaknya berharap kepada Satgas Pengendalian Pengawasan BBM yang akan dibentuk bisa melakukan impelementasi di lapangan.

"Memang sosialisasi SE Gubernur Riau ini berproses, awalnya 2019 lalu juga ada SE terkait solar lalu dicabut dan digantikan SE di Desember 2021 ini, karena memang untuk jangka panjang tujuannya," ujarnya.

Karena itu pihaknya berharap adanya bantuan dari semua pihak terkait, untuk dapat memberitahukan dan mensosialisasikan SE tersebut kepada masyarakat luas.

Menurutnya ke depan akan dibentuk Satgas Pengendalian dan Pengawasan Solar ini, sehingga bisa mendorong penyaluran bbm bersubsidi itu lebih tepat sasaran.

Hal itu berdasarkan hasil beberapa kali rapat intensif dengan pihak terkait, yang bertujuan mencari jalan keluar dari masalah kelangkaan solar di wilayah Riau.

"Selain itu kami juga sudah bertemu dengan BPH Migas dan menyampaikan permintaan gubernur untuk meminta penambahan kuota solar di Riau," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina solar riau organda
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top