Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKSDA Sumsel Pasang GPS Collar Pantau Pergerakan Gajah Sumatra

Pemasangan GPS Collar ini juga sebagai upaya mitigasi awal terhadap konflik gajah dengan manusia.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  17:28 WIB
Ketua Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) Syamsuardi (kanan) sebagai mitra APP Sinar Mas dalam konservasi gajah menyerahkan alat GPS Collar ke perwakilan BKSDA Sumsel di Palembang, Selasa (22/2/22).  - Istimewa
Ketua Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) Syamsuardi (kanan) sebagai mitra APP Sinar Mas dalam konservasi gajah menyerahkan alat GPS Collar ke perwakilan BKSDA Sumsel di Palembang, Selasa (22/2/22). - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumatra Selatan bakal memasang alat pantau untuk gajah sumatra yang berdomisili di Kawasan Suaka  Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata mengatakan pemasangan alat pantau GPS Collar itu sebagai upaya untuk menjaga kelestarian satwa dilindungi gajah sumatra, yang mana populasi di kawasan SM Padang Sugihan terpantau lebih dari 46 ekor.

“Pemasangan GPS Collar ini juga sebagai langkah early warning system atau upaya mitigasi terhadap konflik gajah dengan manusia,” katanya, Selasa (22/2/2022).

Ujang menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan bantuan tiga unit GPS Collar dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. 

Sejauh ini, kata dia, BKSDA sudah memasang GPS Collar pada seekor gajah betina di kawasan SM Gunung Raya Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumsel. Gajah tersebut hidup bersama empat orang kawanannya.

BKSDA sangat menyambut baik kepedulian dari APP Sinar Mas atas pelestarian satwa dilindungi di kawasan Padang Sugihan karena mamalia bertubuh besar ini memiliki wilayah jelajah hingga ke areal Hutan Tanam Industri.

Dalam satu hari, gajah diperkirakan menjelajah wilayah sejauh 3 kilometer hingga masuk ke areal perusahaan mitra pemasok APP Sinar Mas atau perkebunan milik masyarakat.

“Dengan dipasangnya alat GPS, maka pergerakan gajah akan terpantau sehingga masyarakat sekitar kawasan hutan dapat mengantisipasi semisal akan masuk ke perkampungan atau ke areal perkebunan,” katanya.

Ketua Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) Syamsuardi mengatakan pemasangan tiga unit GPS Collar direncanakan pada Maret 2022 dengan menggunakan tim yang terdiri dari beragam unsur.

“Hanya tiga gajah liar yang akan dipasangkan GPS ini, artinya akan dipilih gajah yang paling dominan dari 46 ekor yang ada,” kata dia.

Untuk memasang alat ini terbilang tidak mudah karena tim harus memastikan keberadaan gajah. Selain itu, lokasi Padang Sugihan ini juga terbilang menantang karena merupakan kawasan gambut dan rawa.

“Diperkirakan butuh waktu 10 hari, tapi bisa juga lebih tergantung dari hasil survei,” kata dia.

Sementara itu, Head of Landscape Conservation, Health, Safety & Environment APP Sinar Mas, Jasmine N.P. Doloksaribu, mengatakan saat ini perusahaan memiliki program konservasi terhadap tiga spesies yang menjadi prioritas yaitu adalah harimau sumatera, gajah sumatera, dan orang utan.

“Masing-masing program bertujuan untuk mempertahankan populasi hingga menambah jumlahnya,” kata dia.

Untuk itu, APP Sinar Mas melalui perusahaan mitra pemasok terus melacak jumlah populasi, memetakan distribusi, meminimalisir konflik hewan-manusia hingga membentuk koridor ekologis di dalam dan di antara konsesi.

Untuk mengkonservasi gajah sumatera, APP Sinar Mas membangun tempat pemberian makan gajah hingga menyediakan sumber makanan untuk mengurangi risiko gajah memasuki pemukiman masyarakat.

Sementara itu, Tim Ahli  Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) Wishu Sukmantoro menambahkan saat ini pemasangan alat GPS terhadap satwa yang dilindungi telah menjadi tren di seluruh dunia karena menjadi teknologi terbaru.

GPS Collar dengan berat sekitar 15 kilogram ini akan dipasangkan seperti kalung pada gajah sehingga pihak terkait dapat memetakan pergerakannya. Alat ini menggunakan baterai yang didesain berdaya tahan hingga 2-3 tahun.

“Dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia, bisa dikatakan Indonesia jauh sudah lebih baik karena sudah menggunakan GPS Collar ini, yang bisa memantau pergerakan gajah hanya melalui gawai,”ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah bksda
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top