Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musi Banyuasin Kembangkan Sabut Kelapa Sasar Pasar Ekspor

Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengatakan luas lahan pertanian kelapa di kabupaten itu mencapai 6.749 hektare. 
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  12:58 WIB
Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi. istimewa
Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi. istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mulai mengembangkan sabut kelapa untuk menjadi produk berorientasi ekspor.

Salah satu langkah yang ditempuh lewat kerja sama dengan PT Mahligai Indoco Fiber yang berkantor pusat di Provinsi Lampung. 

Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi mengatakan luas lahan pertanian kelapa di kabupaten itu mencapai 6.749 hektare (Ha). 

“Pemkab Muba, akan mengolah sabut kelapa orientasi ekspor sebagai lokomotif hilirisasi kelapa. Pengolahan ini tentunya dibutuhkan kolaborasi dari beberapa pihak,” katanya, Rabu (9/2/2022).

Adapun, produksi kelapa di Muba mencapai 14 juta buah di luas tanaman menghasilkan (TM) yang mencapai 5.602 Ha.

Direktur Mahligai Indococo Fiber Lampung Efli Ramli mengatakan pengolahan sabut kelapa dapat menjadi peluang ekspor di masa pandemi.

“Jika pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan benar, produknya akan di cari oleh pasar,” katanya.

Seperti yang diketahui, permintaan ekspor untuk coco fiber ada di China dan sebagian negara Eropa, seperti Italia, Jerman, Belgia dan negara di Timur Tengah. 

“Selain itu, kegiatan inovasi pengolahan sabut kelapa ini dapat bersinergi untuk meningkatkan lapangan kerja di Muba,” katanya.

Efli mengemukakan Mahligai Indococo Fiber (MIF) sudah berdiri sejak tahun 2007, hingga kini perusahaan memilki 16 klaster produksi di empat provinsi yakni Aceh, Sumatera barat, Lampung dan Pangandaran.

“Kami membutuhkan sebanyak 6 juta butir kelapa per bulan. Sekarang sudah ada petani binaan sebanyak 250 orang,” katanya.

Sementara untuk ekspor fiber rata-rata mencapai 30 kontainer per bulan dan coco peat sebanyak 35 kontainer per bulan.

"Saya harapkan di Muba juga mampu menggerakkan tranformasi ekonomi melalui pengolahan sabut kelapa, kami akan lakukan bimbingan dan memberikan pengalaman terbaik,” katanya.

Penanggung Jawab Koperasi Unicon Muba Indonesia Nanang bahan baku untuk produk olahan kelapa di Muba berlimpah. “Produk akhir cocofiber, yakni  jok mobil, sofa, keset kaki, spring bed, vas bunga dan matras. Sementara, cocopeat digunakan untuk media tanam,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor palembang eropa sumatra selatan kelapa
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top