Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekerja di Kota Palembang Tolak Kenaikan UMK Rp19.400

Diketahui, upah minimum kota (UMK) Palembang ditetapkan senilai Rp3.289.409,90 atau naik 0,53% dari sebelumnya Rp3.270.093,78.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 26 November 2021  |  15:52 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Serikat pekerja di Kota Palembang menolak keras keputusan Dewan Pengupahan Kota Palembang yang menetapkan kenaikan upah minimum kota hanya Rp19.400 untuk tahun depan.

Diketahui, upah minimum kota (UMK) Palembang ditetapkan senilai Rp3.289.409,90 atau naik 0,53 persen dari sebelumnya Rp3.270.093,78.

Anggota Dewan Pengupahan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Palembang, Ali, mengatakan pihaknya menolak kenaikan nominal tersebut karena penurunan aturan pengupahan masih berdasarkan kebijakan Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

“Buruh menolak, kami tidak tanda tangan karena ada sikap. Sepanjang masih UU cipta kerja dan turunan kita tetap menolak,” katanya, Jumat (26/11/2021). 

Alasan menolak, kata Ali, bukan tidak mematuhi, tapi karena UU Cipta Kerja lagi digugat di Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustind mengatakan pemkot bakal berpihak bersama buruh untuk mensejahterakan pekerja.

"Pemerintah berpihak dengan buruh, tentu kesejahteraan menjadi tanggung jawab Pemkot,” katanya.

Menurut Fitrianti, untuk mewujudkan kemajuan Palembang harus diiringi kesejahteraan masyarakat.

“Kami bertekad para buruh mendapatkan haknya dengan baik,” kata Fitrianti.

Meski UMK telah ditetapkan, kenaikan tersebut masih menunggu pengesahan dari Wali Kota Palembang Harnojoyo dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru.

Penetapan angka kenaikan UMK Palembang berdasarkan kalkulasi dan perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan yang setiap kabupaten/kota mendapati hasil UMK berbeda-beda sesuai kebutuhan rumah tangga atau ARK perkapita.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel upah minimum
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top