Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di Medan Tinggi, Menko PMK: Jangan Main-Main

Kota Medan juga menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian, terkait relatif masih tingginya kasus Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Mei 2021  |  00:17 WIB
Menko PMK Muhajir Effendi menyaksikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh kaum buruh di Aulia Pekan Raya Sumatra Utara, Medan, Sabtu (1/5/2021). - Antara
Menko PMK Muhajir Effendi menyaksikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh kaum buruh di Aulia Pekan Raya Sumatra Utara, Medan, Sabtu (1/5/2021). - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengungkapkan, Kota Medan Sumatra Utara merupakan salah satu pintu masuk pekerja migran Indonesia menjelang Lebaran tahun ini.

"Para pekerja ini, sebagian 'anding-nya di Kota Medan dan ada juga lewat laut melalui Pelabuhan Belawan. Ini, harus betul-betul mendapat perhatian dari Pemkot Medan," kata Muhadjir di Medan, Sabtu (1/5/2021).

Kota Medan khususnya dan Provinsi Sumatra Utara secara umum, ucap dia, mendapat perhatian khusus pemerintah atas kemungkinan masuknya pekerja migran di luar negeri yang pulang kampung.

Selain itu, lanjut Menko PMK, Kota Medan juga menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian, terkait relatif masih tingginya kasus Covid-19.

Data terakhir hingga kini jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan mencapai 15.349 orang, di antaranya pasien sembuh mencapai 14.190 orang, dirawat 657 orang, dan meninggal 502 orang.

"Ini, jangan main-main. Mohon dicermati, terutama varian dari India yang sangat ganas. Kita harus betul-betul membendung agar jangan sampai masuk ke Indonesia, khususnya Kota Medan," ujar Muhadjir.

Wali Kota Medan Bobby Nasution, mengaku bahwa Pemkot Medan memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sesuai instruksi Gubernur Sumatra Utara.

"Kami menggunakan indikator setiap 10 rumah dalam satu lingkungan terpapar, baru dikatakan zona merah. Zona oranye jumlah terpapar 7-10, dan zona kuning 1-6. Itu, warna pemetaan di Medan," kata mantu Presiden Joko Widodo ini.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota medan Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top