Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumut Antisipasi Gelombang Ketiga Penyebaran Covid-19

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, mobilitas penduduk Sumut meningkat signifikan ke taman dan tempat wisata pada libur panjang Februari 2020 hingga April 2021.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 20 April 2021  |  17:29 WIB
Grafis perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sumatra Utara. - Satgas Covid/19
Grafis perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sumatra Utara. - Satgas Covid/19

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mewaspadai peningkatan signifikan penyebaran Covid-19 menjelang libur Idulfitri 1442 H/2021. Kekhawatiran ini semakin meningkat karena saat ini dunia memasuki gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

Kasus Covid-19 di Sumut dua bulan terakhir cukup datar, Februari rata-rata penambahan 131 kasus per hari dan Maret 91, bahkan tiga bulan sebelumnya berada di angka 80-an. Meski demikian, penyebaran Covid-19 di negara-negara Eropa, Amerika dan Amerika Selatan, serta sebagian Asia kembali meningkat.

Menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana Wilayah Sumut, Selasa (20/4/2021), untuk mengantisipasi peningkatan kasu covid-19, Edy meminta masyarakat untuk tidak mudik dan menjauhi kerumunan terutama di tempat-tempat wisata.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, mobilitas penduduk Sumut meningkat signifikan ke taman dan tempat wisata pada libur panjang Februari 2020 hingga April 2021.

Pada saat Iduladha 2020 ada peningkatan mobilitas 20 persen, saat libur kemerdekaan 29 persen hingg 99 persen, Maulid Nabi 41 persen, Natal dan Tahun Baru 23 persen hingga 85 persen, Imlek 21 persen dan Isra Mikraj 24 persen.

“Ini perlu kita antisipasi secara serius karena di negara kita Mudik saat Lebaran sudah menjadi tradisi kuat. Dengan larangan mudik masyarakat mungkin akan beralih ketempat wisata karena kita harus mengantisipasi ini,” kata Edy.

Selain mudik dan kerumunan di tempat wisata, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga menjadi perhatian Pemprov Sumut. Sejak pandemi Covid-19 Sumut sebagai salah satu pintu masuk dari luar negeri terus kedatangan PMI baik legal maupun ilegal.

Sejak 2 Januari Januari hingga 18 April 2021 terdapat 9.983 WNI dari luar negeri yang masuk ke Sumut. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat jelang Idulfitri.

“Kita akan segera membentuk tim yang terdiri dari semua instansi terkait karena ini butuh koordinasi kuat, termasuk bandara, pelabuhan, imigrasi, TNI, Polri dan lainnya. Kita akan betul-betul mem-filter WNI yang masuk ke Sumut, isolasi selama lima hari untuk yang negatif tes PCR dan yang positif kita rawat bila butuh perawatan,” tegas Edy.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menambahkan, mudik ke kampung halaman bisa berakibat buruk kepada daerah-daerah yang masih berstatus zona hijau.

Di Sumut, dari 12 April hingga 18 April 2021 tidak ada kabupaten/kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah. Sementara, terdapat 10 kabupaten kota risiko sedang, 20 risiko rendah, 3 kabupaten yang tidak terdampak covid-19. Capaian ini menurut Doni tidak akan bertahan lama atau malah makin memburuk bila tingkat kepatuhan masyarakat rendah.

“Sumut sudah bekerja keras untuk menangani Covid-19, tetapi bila tidak ada kepatuhan capaian ini tidak akan lama. Tahan kerinduan Anda kepada orang tua di kampung, karena bila Anda memaksakan mudik dan membawa Covid-19 ke kampung itu bisa menjadi kisah tragis karena di kampung fasilitas kesehatan kemungkinan minim,” pungkas Doni


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top