Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Lada Putih Bangka Belitung Terus Naik, Ini Pemicunya

Harga lada putih produksi Provinsi Bangka Belitung terus meningkat. Hal itu disebabkan Kemenkumham menerbitkan perubahan Indikasi Geografis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  01:24 WIB
Lada putih - Antara
Lada putih - Antara

Bisnis.com, PANGKALPINANG – Indikasi Geografis (IG) lada putih atau muntok white pepper memicu harga lada terus meningkat, mencapai Rp70.000 dibandingkan sebelumnya Rp50.000 per kilogram, kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi.

"Alhamdulillah, sejak Kemenkumham menerbitkan perubahan IG ini, harga lada putih di tingkat pengumpul dan petani terus mengalami kenaikan," ungkapnya di Pangkalpinang pada Kamis (18/3/2021).

Dia mengemukakan sebelum adanya perubahan Buku Putih IG Lada Putih Muntok dengan sertifikat IG No ID G-000 000 004 dari Kemenkumham RI cq DJHKI, harga lada hanya berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

"Sejak dikeluarkannya perubahaan IG bulan lalu, harga lada merangkak naik dari Rp50.000 hingga saat ini Rp70.000 per kilogram," ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya buku putih tersebut, tata kelola lada semua lada yang diperdagangkan dari Babel harus memakai IG yang dikeluarkan oleh Kemenkumham, sehingga tidak ada lagi yang bisa mempermainkan harga lada dan ekspor lada sembarangan. Ini menjadi pemicu harga lada berangsur naik.

"Pola pemasarannya sudah ditata dengan pemberlakuan IG, sehingga tidak ada lagi penjualan lada tanpa IG. Ini berdampak brand lada Babel akan kembali terangkat di mata internasional," tuturnya.

Dia mengharapkan kenaikan harga lada mendorong petani memanfaatkan resi gudang yang telah difasilitasi Pemprov Kepulauan Babel.

"Harusnya dengan resi gudang petani tidak perlu merasa khawatir dengan harga lada mereka. Karena dengan sistem ini, lada mereka akan terjamin harganya, apalagi saat ini harga lada kembali bagus di pasaran," ucapnya.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu ada kekhawatiran jika lada disimpan di resi gudang harga tidak naik-naik. Sekarang dengan naiknya harga lada akan timbul penyesalan bagi pemilik lada kenapa tidak menggunakan fasilitas resi gudang.

"Pola resi gudang yang disiapkan sudah sangat matang. Mulai dari petani di kebun yang dipandu dengan registrasi kebun dengan merujuk budi daya yang benar," kata Juaidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bangka belitung lada

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top