Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Logam Mulia Dinilai Lebih Aman dan Menguntungkan

Di balik semua kerugian yang diderita para investor, saat ini terdapat satu jenis investasi yang mengalami kenaikan di masa keterpurukan ini yaitu logam mulia (emas).
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  16:11 WIB
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pandemi membuat sebagian besar masyarakat Indonesia dan dunia mengalami keterpurukan ekonomi, bahkan tidak sedikit usaha yang harus gulung tikar karena pandemi yang berkepanjangan ini.

Harga saham juga mengalami keterpurukan besar karena kondisi ini, nilai properti menurun. Selain itu, banyak jenis investasi yang berubah tidak menguntungkan. Namun di balik semua kerugian yang diderita para investor, saat ini terdapat satu jenis investasi yang mengalami kenaikan di masa keterpurukan ini yaitu logam mulia (emas).

Sejak awal pandemi Covid-19 mulai merebak pada akhir 2019, harga emas terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp945.000,- per gram pada hari ini. Bahkan, pernah menyentuh di atas Rp1 juta per gram.

Para investor emas mengakui, keputusan mereka untuk menyimpan uang mereka dalam bentuk inventasi emas merupakan keputusan yang tepat dan menguntungkan.

Yuliana, ibu rumah tangga dari Kota Bandung juga tertarik untuk berinvestasi logam mulia. Alasannya juga sangat sederhana kenapa ibu dari 3 anak ini tertarik berinvestasi logam mulia, yakni harganya tidak surut tapi malah justru melonjak naik setiap tahunnya.

Selain itu, ketika logam mulia tersebut dijual pun tidak akan membuatnya rugi. Yuli berinvestasi logam mulia sejak 2017 silam.

"Karena LM jika dijual kembali mengikuti harga yang lagi update," ujar Yuliana.

Walaupun investasi logam mulia tetap dilakukan. Namun di masa pandemi Covid-19 ini, Yuliana mengaku agak susah untuk berinvestasi logam mulia.

Alasannya, karena pendapatannya yang agak berkurang karena hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi Covid-19. "Jadi saya tetap berinvestasi tapi disesuaikan dengan pendapatan kami," ungkapnya.

Hingga saat ini, Yuliana selalu membeli logam mulia di Aneka Tambang (Antam). Pilihannya adalah di Butik Antam Dago, Bandung, Jawa Barat.

Dia mengaku percaya terhadap Antam karena Antam merupakan perusahaan yang besar, baik dalam produksi maupun perdagangan. Selain itu, Antam juga perusahaan negara sehingga dipastikan berkualitas.

"Menurut pengalaman teman saya, LM dari Antam juga bisa dijual di luar negeri di kala ada kebutuhan kuliah anak di luar," tuturnya.

Agar Antam tetap menjadi perusahaan besar dan membanggakan Indonesia, Yuliana berpesan supaya Antam tetap memproduksi dengan kualitas logam mulia yang baik yang bisa diterima di luar negeri.

Dengan demikian, konsumen Antam juga tidak kesulitan ketika akan menjual logam mulia di luar negeri. Selama ini, pelayanan Antam ke konsumen juga tetap baik sehingga harus terus dipertahankan.

"Mohon ketersediaan logam mulia,  baik dalam ukuran yang kecil maupun yang besar. Biasanya ukuran 500 gram sering kosong," jelasnya.

Sementara itu, Aji Sera, konsumen loyal logam mulia dari Jakarta mengaku tertarik berinvestasi logam mulia karena harganya yang tidak pernah turun dan juga untuk melindungi aset yang dimilikinya.

Hal tersebut berbeda ketika aset yang dimilikinya dalam bentuk uang atau saldo rekening. Sebab, bisa saja dalam waktu beberapa bulan atau tahun ke depan nilai aset yang dimilikinya akan turun atau menyusut.

"Saya jadi punya alternatif untuk place uang ini dimana. Ya paling aman dan likuid itu dalam bentuk logam mulia," ujar Aji.

Aji mengaku mulai tertarik investasi logam mulia dari penelusurannya di YouTube. Dalam video di YouTube tersebut ada yang menyebut pada akhir zaman alat tukar atau uang itu akan kembali ke emas dan perak.

Oleh karena itu, Aji merasa bahwa logam mulia adalah uang masa depan, sehingga Aji mulai investasi logam mulia pada Juli 2019.

"Jadi itulah titik saya tertarik investasi logam mulia. Waktu itu investasi awal dikit-dikit, namanya juga karyawan. Selisih dari gaji dan bonus saya investasi kan beli logam mulia. Saya beli dikit-dikit. Saya beli di butik Antam di Surabaya. Saya beli logam mulia di Antam karena harganya tidak berubah," ujarnya.

Ketika awal investasi logam mulia, Aji mengaku membelinya di butik Antam di Surabaya, Jawa Timur, karena saat itu Aji berdinas di sana. Namun, saat ini karena telah berdinas di Jakarta, maka Aji membeli logam mulia di Antam Jakarta.

Sebagai pihak yang berinvestasi logam mulia, Aji memberikan saran kepada Antam, di antaranya pihak Antam untuk menertibkan oknum-oknum yang merusak nama baik Antam. Selain itu, ia juga berharap stok logam mulia di Antam kembali normal.

"Harapan saya bisa normal kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Saya juga berharap stok di Antam kembali normal dan tidak langka lagi untuk beberapa pecahan tertentu," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas antam logam mulia
Editor : Herdiyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top