Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Covid-19, Ekspor Kopi Sumut Anjlok Sepanjang 2020

Pada periode Januari-November 2020, total volume ekspor kopi dari Sumut adalah 53.585 ton sementara pada periode Januari-November 2019 volume ekspor kopi mencapai 61.176 ton.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  14:32 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Sepanjang Januari hingga November 2020 volume ekspor komoditas kopi dari Sumut anjlok hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode Januari-November 2020, total volume ekspor kopi dari Sumut adalah 53.585 ton sementara pada periode Januari-November 2019 volume ekspor kopi mencapai 61.176 ton. Terjadi penurunan sebesar 7.591 ton.

Kemerosotan lebih jauh ditunjukkan oleh nilai ekspor kopi yang turun sebesar 23 persen sepanjang Januari-November 2020 dibandingkan periode sebelumnya.

Nilai Ekspor Kopi pada Januari-November 2020 sebesar US$259.114 sementara pada periode Januari-November 2019 nilai ekspornya mencapai US$337.293. Terjadi penurunan nilai sebesar US$78.179.

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut Saidul Alam menyebutkan penurunan ekspor ini merupakan efek domino dari pandemi Covid-19 yang menjangkiti Indonesia sejak 10 bulan yang lalu.

“Hal ini merupakan efek domino dari pandemi Covid-19. Banyak perusahaan perkapalan di seluruh dunia memberlakukan work from home, sehingga aktivitas pekerjaan juga berkurang banyak, yang berakibat ekspor barang ke luar negeri harus antri,” kata Alam melalui pesan singkat, Jumat (8/1/2021).

Dilihat dari nilai ekspor yang menurun drastis, Alam menyebutkan hal itu sejalan dengan penyesuaian harga kopi global yang mengalami penurunan sepanjang tahun 2020.

pada tahun 2020 juga terjadi pergeseran buyer kopi ekspor Sumut. Sebelumnya, permintaan biji kopi ekspor didominasi oleh pemilik kedai kopi. Saat ini, permintaan bergeser ke pemasok ritel, seperti supermarket.

Pergeseran ini disinyalir akibat pola konsumsi masyarakat yang berubah seiring dengan pembatasan kegiatan akibat covid-19.

“Sekarang ini bergeser jadi untuk supermarket lebih besar, karena konsumen memlilih ngopi dari rumah dibanding ke cafe,” tambah Alam.

Saat ini, negara tujuan utama ekspor kopi dari Pulau Sumatra adalah negara Amerika Serikat. Sekitar 60 persen ekspor kopi dari Pulau Sumatra dipasok ke negara ini.

Mengenai pertumbuhan ekspor kopi di tahun 2021 ini, Alam tidak berharap nilai dan volume ekspor kopi tumbuh signifikan. Menurutnya, kinerja ekspor kopi kembali ke titik normal sudah merupakan capaian yang cukup baik.

“Untuk pertumbuhannya, kita tidak pernah berharap akan naik secara signifikan, melainkan cukup kembali normal aja karena saat satu produk naik secara signifikan, secara hukum ekonominya pasti harga akan dapat tertekan lebih rendah lagi,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top