Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rumah Pangan Kita di Sumbar Banyak yang Tutup, Bulog: Modal Habis

Sebagian besar Rumah Pangan Kita (RPK) program Badan Urusan Logistik (Bulog) yang ada di Provinsi Sumatra Barat banyak yang gulung tikar akibat terdampak Covid-19.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  15:45 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PADANG - Sebagian besar Rumah Pangan Kita (RPK) program Badan Urusan Logistik (Bulog) yang ada di Provinsi Sumatra Barat banyak yang gulung tikar akibat terdampak Covid-19.

Kepala Bulog Wilayah Sumbar Tommy Despalingga mengatakan dari total RPK yang dibina Perum Bulog hingga 2020 yakni 1.173 hanya 463 RPK yang aktif, sementara sisanya yakni 710 sudah tutup.

"RPK di Sumbar ada beberapa yang tutup. Permasalahannya adalah permodalan, karena banyak RPK kita yang tutup itu, sudah tidak punya modal lagi," kata Tommy kepada Bisnis melalui pesan singkatnya di Padang, Minggu (3/1/2021).

Dia menyebutkan persoalan modal memang sebuah kendala hal yang cukup besar bagi Bulog untuk bisa menghidupkan kembali RPK yang tutup itu.
Sebab di Bulog hanya punya punya program binaan untuk RPK, sementara untuk modal usaha, Bulog sama sekali tidak punya program tersebut.

Namun Bulog pun tidak tinggal diam, kondisi kesulitan modal yang dialami oleh RPK itu telah didiskusikan ke pihak perbankan serta juga ke PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ada di Kota Padang.

Alhasilnya belum ada respons yang dari pihak tersebut, padahal di satu sisi Bulog tidak menginginkan agar RPK yang tutup.

"Kenapa tidak direspons, itu bukan wewenang saya. Tapi kita di Bulog telah mencoba membantu agar soal permodalan itu dapat dibantu oleh pihak lain," tegasnya.

Tommy mengakui bahwa keberadaan RPK selama ini khususnya di sejumlah daerah di Sumbar, telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal harga yang terjangkau dibandingkan harga di toko atau di pasaran.

Seperti halnya pada masa pandemi tahun 2020 kemarin, justru RPK lah yang banyak membantu, karena posisinya di daerah dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

"Artinya RPK bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi 2020 itu. Tapi balik lagi, masih ada juga RPK yang malah kehabisan modal sulit untuk jalan kembali. Tentunya kami di Bulog prihatin dengan kondisi itu," ujarnya.

Dia menjelaskan sejatinya RPK adalah outlet penjualan pangan pokok yang dimiliki masyarakat dan dibina oleh Perum Bulog. Dengan target untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dimana RPK juga sebagai jaringan distribusi pangan Bulog termasuk untuk kegiatan stabilisasi harga dan pelayanan program-program pemerintah.

Selain itu di RPK juga menyediakan produk yang murah dan sehat untuk mewujudkan akses pangan pokok kepada masyarakat.

"Ke depan tentunya kita berharap RPK ini terus bertambah dan untuk RPK yang sudah tidak jalan itu, bisa kembali beroperasi. Agar harga bahan pokok yang terjangkau bisa dinikmati oleh masyarakat luas, karena RPK paling dekat secara posisi dengan masyarakat," sebutnya. (k56)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog sumbar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top