Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratusan Hektare Tanaman Kentang di Karo Hancur Akibat Erupsi Sinabung

Setidaknya sekitar 258 hektare lahan tanaman kentang di tiga kecamatan Kabupaten Karo, dilaporkan hancur akibat pengaruh erupsi Gunung Sinabung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  02:30 WIB
Warga memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO - Sastrawan Ginting
Warga memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO - Sastrawan Ginting

Bisnis.com, JAKARTA - Erupsi Gunung Sinabung meluluhlantakkan area pertanian di kawasan Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Setidaknya sekitar 258 hektare lahan tanaman kentang di tiga kecamatan Kabupaten Karo, dilaporkan hancur akibat pengaruh erupsi Gunung Sinabung.

"Ketiga kecamatan itu, yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Brastagi, Kecamatan Dolat Rakyat, dan Kecamatan Merdeka yang terpapar debu erupsi Gunung Sinabung," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Perangin-angin, yang dihubungi dari Medan, Selasa (11/8/2020). 

Dia menyebutkan tanaman kentang yang gagal panen di Kecamatan Naman Teran seluas 191 hektare, Kecamatan Berastagi seluas 19 hektare, Kecamatan Dolat Rakyat seluas 3 hektare, dan Kecamatan Merdeka seluas 45 hektare.

Kerusakan kentang di Kabupaten Karo itu, akibat debu vulkanik yang menutupi tanaman komoditi tersebut sehingga menjadi layu dan tidak berkembang seperti yang diharapkan.

"Jadi, seluruh petani kentang di tiga kecamatan tersebut mengalami kerugian yang cukup besar akibat erupsi Sinabung tersebut," katanya.

Natail menjelaskan, kerusakan areal lahan pertanian di Kecamatan Naman Teran, yakni tanaman kentang seluas 191 hektare, kubis seluas 141 hektare, kol bunga seluas 111 hektare, dan petai seluas 137 hektare.

"Kemudian tanaman komoditi cabe besar seluas 192 hektare, tomat seluas 99 hektare, buncis seluas 25 hektare, dan cabe rawit seluas 9 hektare," katanya.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8) sekitar pukul 10.16 WIB kembali erupsi menyemburkan abu vulkanik.

Erupsi tersebut mencapai ketinggian kolom abu kurang lebih 5.000 meter di atas puncak (7.460 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari Puncak Gunung Sinabung, kemudian radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Sebelumnya, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (8/8) dini hari pukul 01.58 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak (lebih kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur.Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik.

Tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terkena dampak erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. Wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Dolat Rakyat, dan Kecamatan Merdeka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian erupsi gunung sinabung

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top