Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angka Sembuh Covid-19 di Sumsel Melonjak Selama Dua Pekan Terakhir

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel menyatakan angka kesembuhan pasien di provinsi itu terus meningkat selama dua pekan terakhir.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  17:01 WIB
Petugas medis melayani rapid test di Rumah Sehat Covid/19 Jakabaring Sport City Palembang. Bisnis/dinda wulandari
Petugas medis melayani rapid test di Rumah Sehat Covid/19 Jakabaring Sport City Palembang. Bisnis/dinda wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Selatan menyebut angka kesembuhan pasien di provinsi itu meningkat drastis selama dua pekan terakhir.

Ahli Epidemiologi Iche Andriayani Liberty mengatakan angka pasien sembuh di Sumsel sebanyak 436 orang. Data tersebut lebih tinggi dua kali lipat jika dibandingkan dua pekan sebelumnya yang hanya sebanyak 130 orang.

“Per Selasa (16/6/2020) ada 651 orang yang sembuh atau 44,96 persen, yang lebih tinggi dari angka nasional. Bahkan, dua pekan ini angka kesembuhan itu lebih tinggi 200 persen dari dua pekan sebelumnya,” kata Iche, Rabu (17/6/2020).

Adapun, untuk kasus kematian akibat Covid-19 di Sumsel, dia menyatakan saat ini cenderung menurun, bahkan angkanya di bawah nasional.

“Per 15 Juni 2020 kemarin, angka kematian 57 orang atau 3,9 persen. Itu di bawah nasional yang 5,6 persen,” ujarnya.

Menurut Iche, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa upaya memperkuat tracingtesting, dan treatment (3T) cukup optimal dilakukan.

Dengan adanya kabar baik ini, diharapkan kinerja gugus tugas dapat semakin meningkat sehingga mendorong meningkatnya angka kesembuhan dan menurunnya angka kematian. 

“Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan juga mengalami peningkatan. Harapan kami 3T terus dioptimalkan, laboratorium juga ditingkatkan sehingga ini dapat membawa dampak baik,” jelasnya.

Dia menambahkan, meski saat ini masih ada beberapa kasus positif bertambah, hal itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

“Yang harus diketahui, meski masih terjadi kasus positif namun itu bukan dampak buruk. Ini indikasi testing kita meningkat sehingga sebaran wabah itu cepat diketahui,” katanya.

Di sisi lain, dia mengungkapkan, data tersebut juga akan berpengaruh dalam penerapan new normal atau normal baru.

“Data ini berpengaruh dalam mempertimbangkan penerapan new normal di Sumsel. Epidemiologi bersama pakar lain seperti pakar ekonomi, sosial, pendidikan, hukum akan membahas membentuk tatanan kedepan untuk menghadapi new normal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, berdasarkan laporan dari Walikota Palembang, saat ini Palembang sudah masuk dalam zona oranye.

“Tapi untuk penghentian PSBB itu sendiri saya ingatkan bukan karena feeling tapi berdasarkan data,” kata Deru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top