Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Karet di Sumut, Pasar Ekspor dan Lokal Kompak Melemah

Biasanya, saat ekspor melemah, penjualan di pasar lokal menguat. Namun tahun 2020 hingga Mei, ekspor dan penjualan lokal sama -sama turun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  02:42 WIB
Petani menyadap getah pohon karet. - Antara/Syifa Yulinnas
Petani menyadap getah pohon karet. - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, MEDAN - Volume penjualan karet Sumatera Utara di pasar lokal sejak Januari hingga Mei 2020 mengalami penurunan seperti yang terjadi juga pada ekspor akibat dampak pandemi COVID-19.

‌"Biasanya, saat ekspor melemah, penjualan di pasar lokal menguat. Namun tahun 2020 hingga Mei, ekspor dan penjualan lokal sama -sama turun," ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Minggu (14/6/2020) malam.

‌Menurut dia, ekspor dan penjualan lokal yang turun dampak pandemi Covid-19 yang terjadi secara global. ‌Hingga Mei 2020, penjualan karet di pasar lokal tinggal sebanyak 18.354 ton dari periode sama 2019 yang bisa mencapai 20.499 ton.

Dampak pandemi Covid-19, katanya, sebagian besar industri, termasuk pabrik crum rubber tidak beroperasi atau beroperasi secara tidak penuh. "Akibatnya, permintaan karet di pasar lokal melemah seperti halnya ekspor, " ujarnya.

Permintaan karet di pasar lokal semakin melemah karena stok di pabrikan cukup banyak dampak tertahannya/tertundanya ekspor dampak pandemi Covid-19.

Gapkindo Sumut berharap, ekspor dan penjualan lokal di Sumut meningkat sejalan dengan mulainya era normal baru. Tahun 2019, penjualan karet di pasar lokal berkisar 47.000 ton.

"Pemerintah juga diharapkan bisa menjaga stabilitas nilai tukar uang rupiah terhadap dolar AS sehingga. nilai jual karet tetap menguntungkan pengusaha dan petani," ujar Edy.

Pasar Ekspor

Volume ekspor karet Sumut periode Januari - Mei 2020 mencapai 142.413 ton, turun 18,3 persen dibandingkan periode sama 2019. "Periode sama 2019, volume ekspor karet Sumut sebesar 174.345 ton," ujar Edy Irwansyah.

Penurunan ekspor karet terjadi sejak April tahun ini, sebagai dampak pandemi Covid-19 yang melanda secara global. Pada April 2020, volume ekspor tinggal sebanyak 24.692 ton dibandingkan April 2019 yang sudah 37.211 ton. Ekspor pada Mei juga hanya 14.975 ton, dibandingkan tahun lalu sebesar 38.015 ton.

Padahal pada Januari hingga Maret 2020, ekspor karet Sumut sudah meningkat dibandingkan periode sama 2019. Pada Januari 2020 misalnya, volume ekspor Sumut sebanyak 35.618 ton dari bulan yang sama 2019 yang masih 33.679 ton.

"Syukurnya pada Mei 2020, ekspor karet Sumut sudah bisa ke 27 negara termasuk ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Amerika Serikat dan Jepang, " ujar Edy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet sumut

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top