Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkot Medan Mulai Karantina Orang Dalam Pemantauan

Pemerintah Kota Medan mulai melakukan karantina terhadap orang yang terpapar Covid-19, seperti orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan pelaku perjalanan (PP).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  13:20 WIB
Petugas karantina meminta dokumen kesehatan para pemudik Warga Negara Indonesia (WNI) saat tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2020). Sebanyak 83 WNI dengan visa melancong yang terdampak karantina (lockdown) pandemi Covid-19 di Malaysia itu tiba dan langsung mengikuti prosedur pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 sebelum pulang ke daerah masing-masing. - Antara/Septianda Perdana
Petugas karantina meminta dokumen kesehatan para pemudik Warga Negara Indonesia (WNI) saat tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2020). Sebanyak 83 WNI dengan visa melancong yang terdampak karantina (lockdown) pandemi Covid-19 di Malaysia itu tiba dan langsung mengikuti prosedur pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 sebelum pulang ke daerah masing-masing. - Antara/Septianda Perdana
Bisnis.com, MEDAN — Pemerintah Kota Medan mulai melakukan karantina terhadap orang yang terpapar Covid-19, seperti orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan pelaku perjalanan (PP).

Langkah ini menindaklanjuti Peraturan Wali Kota (Perwal) No.11 Tahun 2020 tentang karantina kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kota Medan, yang dirilis 30 April 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi mengatakan, ada tiga warga yang mulai menjalani isolasi dan perawatan di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Pendidikan (P4TK), sejak Jumat (23/5/2020). Mereka berusia masing-masing 26 tahun dan 60 tahun, masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) .

Edwin menjelaskan mereka telah menjalani rapid test di Puskesmas Simalingkar dua hari lalu. Meski suhu tubuhnya 36,8 dan 36,9 derajat, tetapi ketiganya menunjukkan hasil positif corona sehingga menjalani isolasi mandiri di Gedung P4TK.

"Warga tersebut tidak menunjukkan gejala, tetapi hasil rapid test yang dilakukan ketiga orang ini terbukti terpapar Covid-19," terang Edwin dikutip dari keterangan resmi.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyampaikan Pemkot menyiapkan 250 kamar untuk karantina warga yang terpapar virus corona, tetapi tidak memungkinkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah. Mereka adalah orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan pelaku perjalanan (PP).

"Ini untuk orang-orang yang tidak dapat melakukan karantina di rumah karena rumahnya tidak layak. Selama menjalani karantina, Pemko akan memenuhi kebutuhan dasar mereka," katanya.

Kota Medan mencatatkan jumlah kasus positif Covid-19 paling banyak di Sumatra Utara. Hingga Jumat (22/5/2020), kasus positif Covid-19 di Kota Medan sebanyak 196 orang.

Penderita Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 76 orang. Sementara penderita corona yang meninggal dunia tercatat 17 orang. Adapun, pasien dalam pengawasan sebanyak 130 orang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top