Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alhamdulillah, Jumlah Titik Api di Riau Nol

Jumlah titik api di Provinsi Riau terus menurun dalam beberapa hari terakhir dan kini sudah ada pada level 0.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  16:29 WIB
Alhamdulillah, Jumlah Titik Api di Riau Nol
Warga sedang memantau titik api. Titik api di Riau kini sudah nol. - ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyampaikan tidak menemukan titik api di seluruh kabupaten dan kota. 

Para petugas pendingin api pun akan kembali ke posko di Kota Pekanbaru dan helikopter milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI juga akan dipulangkan ke Jakarta.

Edwar Sanger, Kepala BPBD Provinsi Riau, mengatakan per 2 Mei 2020 tidak ditemukan titik api di seluruh kabupaten dan kota. "Alhamdulillah, hari ini clear. Zero titik api di Riau,"kata Edwar, melalui keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (3/5/2020).

Edwar menuturkan bahwa jumlah titik api di Provinsi Riau terus menurun dalam beberapa hari terakhir. Adapun pada Jumat (1/5/2020) hanya ditemukan satu titik api di Rupat.

Dirinya melanjutkan bahwa Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP Riau, dan pihak KLHK telah menyelesaikan tugas pendinginan lokasi titik api di Teluk Lecah, Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Para petugas tersebut pun kembali ke Posko BPBD di Kota Pekanbaru dan akan diturunkan lagi apabila terpantau titik api lain.

Begitu pula satu unit helikopter milik KLHK RI yang selama ini membantu pemadaman api juga telah kembali ke Jakarta. Dengan demikian, saat ini tinggal 6 unit helikopter milik BNPB RI yang standby di Posko Lanud Roesjmin Nurjadin Pekanbaru.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau titik api Karhutla
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top