Riau akan Replanting Lahan Sawit Seluas 24 Hektare pada 2020

Provinsi Riau mendapatkan target program peremajaan atau replanting kelapa sawit dari Pemerintah Pusat seluas 24,5 ribu hektare pada 2020. Sejauh ini, sudah 1.500 hektare lahan sawit yang berhasil di-replanting.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  13:22 WIB
Riau akan Replanting Lahan Sawit Seluas 24 Hektare pada 2020
Kebun sawit. - Joshua Paul / Bloomberg

Bisnis.com, PEKANBARU—Provinsi Riau mendapatkan target program peremajaan atau replanting kelapa sawit dari Pemerintah Pusat seluas 24,5 ribu hektare pada 2020. Sejauh ini, sudah 1.500 hektare lahan sawit yang berhasil di-replanting.

Ahmad Syah Harrofie, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Riau, menyampaikan bahwa lahan sawit yang disepakati untuk program peremajaan tersebut hanya seluas 24 ribu hektare. Adapun, lahan itu tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Riau kecuali Kota Pekanbaru dan Kab. Kepulauan Meranti. Pasalnya, kedua daerah tersebut tidak termasuk daerah penghasil utama komoditas sawit.

"Untuk replanting, tahun ini kita [Riau] ditargetkan pemerintah pusat seluas 24,5 ribu hektare. Namun yang disepakati 24 ribu hektare," kata Ahmad, seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Riau pada Kamis (27/2/2020).

Hingga saat ini, Ahmad mengungkapkan sudah 1.500 hektare lahan yang telah di-replanting dengan perincian pada Januari seluas 400 hektare dan Februari seluas 1.100 hektare. Ditargetkan pada Maret nanti luas lahan yang telah di-replanting bisa mencapai 3.500 hektare.

Ahmad menegaskan bahwa program peremajaan sawit ini membutuhkan sinergi antar kabupaten dan kota, baik dalam menetapkan petani, prosedur, legalitas, dan pengawasannya.

Pasalnya, syarat untuk mendapatkan program nasional untuk replanting tersebut berasal dari legaliatas lahan petani yang harus jelas, ada bukti kepemilikan, dan tidak berada di kawasan hutan.

"Untuk replanting ini anggaran langsung diterima petani tidak melalui Dinas Perkebunan Riau. Angkanya Rp25 juta per hektare, maksimal 4 hektare per Kepala Keluarga (KK)," katanya.

Lebih lanjut, Ahmad yang juga merupakan Asisten I Setdaprov Riau mengakui realisasi untuk replanting lahan sawit seluas 24 ribu hektare tersebut tidak mudah karena berbagai kendala di lapangan, seperti masalah dari petani, legalitas lahan, dan lainnya.

"Kita berharap target replanting itu bisa dicapai maksimal. Walaupun tidak sampai 100%, paling tidak mendekati target. Sehingga selisihnya tidak seperti tahun  lalu, ditargetkan 26 ribu hektare, yang terealisasi hanya 9 ribu hektare lebih," harapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riau

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top